Friday, June 10, 2011

just want to say Halooo....

6 comments
Rasanya lama sekali tidak berkecimpung di dunia blogger, bahkan aku sendiri nggak inget kapan terakhir kali aku buka blog aku ini, bisa jadi itu setahun yang lalu atau terakhir masa-masa aku di kampus sebelum masa kegadisanku berakhir...hehehe maksudnya sebelum aku berjumpa dengan sang pangeranku ^_^....mungkin ...ya mungkin. usia pernikahan kami aja sudah 1 tahun ketika 6 jun kemarin ya berarti lebih dari satu tahun dong, padahal sering kali aku dengar celetukan suamiku "kok blognya nggak pernah di update lagi sih, padahal sebelum kita kenal dulu aku banyak ngintip dari situ lho", tapi entah kenapa....apa karna nggak ada waktu, atau terlalu sibuk dengan kerjaan dan ngurusin rumah tangga, atau karna memang akunya aja malas...hehehe. yang jelas keinginan untuk ngeblog tu (posting something) ada aja tapi ya nggak pernah disempatkan. bahkan saking lamanya aku nggak buka blog ini, sampai lupa email & paswordnya. parah euyy

anyway aku akan mencoba kembali menulis apa - apa yang kurasakan, apa yang ku pelajari dan apa yang menjadi hikmah dalam hidupku. walaupun tidak semuanya membaca tapi setidaknya ini bisa menjadi bacaan untuk anakku nanti yang sekarang masih berumur lima bulan dalam rahimku.........

mencoba.....^_^
»»  READMORE...

Friday, March 12, 2010

paY iT ForwArD seperti MLM

1 comments

MENARIK gumamku.... ketika selesai membaca buku pay it forward, sebetulnya awalnya hanya sebuah tugasan dosen buatku untuk merevisi beberapa buku tentang cerita yang mengandungi pesan yang menarik. ga tau kenapa bisa pilih judul ini. yang jelas ini karna masukan dari kawan lamaku dan memang menarik ceritanya. walaupun cerita dan novelnya berbeda dari segi nama pemain film tersebut dan ada beberapa alur yang dirubah. biasa memang selalu seperti itu kalau novel yang diFilmkan



Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD” Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.


Percobaanpun dimulai : Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minumankeras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor.Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”


Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD, MOM”
Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.
Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”
Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:”PAY IT FORWARD”
Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut. Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini.
Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.
Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain. Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawabanya hanya sesederhana yaitu : “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu)”
sempat aku ceritakan di acara mentoringku siang tadi, dan adik2 langsung mempraktekannya...hehehe lucu juga ceritanya. next i will tell U the story ...^_^
tebarkanlah kebaikan dimana dan kepada siapapun itu, dan jangan mengharap kebaikan itu akan dibalas oleh yang kita tolong. tapi yakin Allah akan membalasnya untuk kita
with love n care for my beloveb sista...
»»  READMORE...

Wednesday, December 16, 2009

Secangkir Kopi O Suam Untuk Atu Yusuf

0 comments
Cerpen ini karya adikq yang beberapa waktu lalu pernah datang mengunjungiku.....
Secangkir Kopi O Suam Untuk Atu Yusuf
Oleh : fauzi Abdul Halim


Kedai makan Emakku tak pernah sepi oleh pembeli. Selalunya ramai setiap hari. Apalagi kalau musim liburan sekolah dan cuti para pekerja datang, Emakku tak pernah punya waktu luang untuk beristirahat karena pembeli tidak henti-hentinya silih berganti berdatangan. Terkadang Emak kelabakan karena tak ada yang membantu. Sesekali terdengar teriakan Emak dari arah kedai “ Iman, ka sini! Bantulah Emak ni”. Akulah satu-satunya yang Emak andalkan. Pagi-pagi buta sudah harus membuka kedai, merapihkan meja dan kursi, dan menyiapkan segala yang Emak butuhkan. Karena terlambat sedikit saja, para pelanggan lenggang mencari kedai lain.
Negri Selangor sangat khas dengan nasi lemaknya, dan nasi lemak yang paling terkenal lezatnya yaitu di kawasan Pandan Indah yang merupakan jantung negri selangor. Di situlah kedai makan Emakku berada. Di tengah hiruk pikuknya manusia mulai memburu nasib mengejar hidup di pagi hari. Banyak mereka yang sengaja singgah hanya untuk menikmati nasi lemak racikan Emakku. Karena selain tempatnya strategis, nasi lemak buatan Emakku berbeda dengan nasi lemak yang di jual di tempat lain. Begitulah pengakuan sebagian orang banyak. Bahkan kedai-kedai mama yang menjual roti canai isi kari ayam, nasi kerabu, laksa, nasi briyani, tomyam melayu dan termasuk nasi lemak tak mampu menyihir orang yang tinggal di plat India yang letaknya cukup jauh dari komplek Pandan Indah. Padahal mereka harus berjuang melawan berbagai aroma masakan dari arah restoran mama ketika mereka melewatinya menuju kedai Emakku.


Tetapi selalu ada kaum minoritas di balik semuanya. Sekian banyak dari para penikmat nasi lemak Emakku, ada juga sebagian dari mereka yang duduk-duduk di kedai saja sambil menikmati secangkir kopi, mengobrol, terbahak-bahak tertawa karena sesuatu yang mereka anggap lucu bukan karena apa yang mereka obrolkan tetapi bagaimana cara mereka mengkomunikasikannya. Itulah subetnik yang ada di sekelilingku. Atu Yusuf yang aku kenal diantara mereka. Kakek tua yang selalu mengayuh kakinya setiap pagi demi menikmati secangkir kopi di kedai Emak. Masih tetap gagah walaupun usia menenggelamkannya. Rambut uban yang menghiasi kepalanya tidak pernah menggoyahkan langkah-langkahnya. Dan terlihat penampilanya yang casual menunjukan bahwa dia adalah seorang Elthon John yang menyanyikan “ I want love” untuk wanita-wanita melayu. Idealis memang. Lebih idealis untuk seorang Anak muda. Atu Yusuflah berjiwa anak muda yang terperangkap dalam tubuh Kakek tua. Ada yang paling aku suka dari pribadinya. Humoris. Gelak tawa yang membuatku terpancing untuk ikut tertawa. Jelasnya,dia piawai sekali dalam berbicara. Pembicaraan yang seru. Tetapi masih dalam satu tema. Yaitu bercerita. Setiap kali ia duduk di kedai ada saja yang ia ceritakan padaku.
“ Awak tak tau ke, Atu ni dulu pelakon terkenal. P. Ramlee yang pak belalang tu kawan atu dulu”. Aku hanya mengangguk-anggukan kepala saja tanda setuju. Pagi ini tetap sama seperti kemarin. Ribuan burung gagak bertengger di batang pokok angsana berkoak bersahutan, para siswa darjah satu sampai enam yang menunggu bis jemputan sekolah, para pekerja yang berdesakan di transit rapid KL, KLCC yang menjulang kokoh berselimut mentari pagi, hilir mudik taksi tempatan, semuanya menciptakan irama kehidupan Negri Selangor Pandan Indah yang tak pernah sepi. Semunya masih tetap sama. Seperti Atu Yusuf yang datang hari ini ke Kedai. Lenggang kaki sepatu pantopelnya, baju askar yang selalu menempel di tubuhnya, rokok salem yang tak pernah lepas dari mulutnya, menjadi pemandangan yang tak asing bagiku. Sambil duduk berpangku kaki dia mulai mengetuk-ketukan jarinya di atas meja. Tak lama kemudian Atu melambaikan tangannya.

“Hoi…! Macam mana kabar semuanye pagi ni.”atu menyapa semua orang yang ada di kedai. Kami hanya tersenyum, sebagian ada yang acuh dan menggelengkan kepala.
Dan tak lama dia mengangkat tangan kedua kalinya, menyatukan ujung ibu jari dan telunjuk sehingga membentuk huruf O. dan memanggilku. “ Iman, macam biasa ya”. Matanya berkedip sambil tersenyum manis. Begitulah jika ia memesan kopi. Kopi O suam. Kopi hangat tanpa susu. Aku segera mengantar kopi pavoritnya itu ke meja di mana ia duduk.“ Atu pesan ini ke ?”. Aku menarik punggung kursi yang menghadap kearahnya. Kemudian duduk menemaninya.
“ budak pandailah kau ni. Tanpa Atu cakap nak pesan apa, kau dah hantarkan kopi ni ”.dia mengaduk kopi yang aku buat dan meneguknya layaknya segelas air putih. Kemudian kembali menyalakan rokok salemnya dan menghisapnya dalam-dalam. Dia menahannya di dalam dada. Seolah ada nikmat yang maha dahsyat. Aku yakin jika dirontgen maka rongga dadanya dan seluruh isinya berwarna hitam. Kakek ini cerdik juga pintar bukan hanya bercerita. Tapi aku tak habis pikir bagaimana dia bisa tertipu dalam persoalan rokok ini. Dan tak lama dia hembuskan asap rokok tadi.
“ hari ini atu punya cerita yang bagus. Kau mau dengarkan kisah tentang abu nawas tidak ?”
“ ya…ya.Atu. saya mau sekali”. Aku sangat bersemangat setiap kali dia mulai bercerita. Ini akan menambah properti kamus wawasanku yang mungkin nanti aku wariskan kepada anak cucuku.
Akhirnya atu yusuf mulai bercerita. Mengukir mozaik kata dalam memoriku, membuka kotak khayalku sehingga semuanya begitu deskriptif. Cerita abu nawas bukan baru pertama kali ini aku dengar. Berbeda sekali ketika atu Yusuf yang menceritakannya.
“ Abu Nawas bingung bagaimana caranya untuk bisa menangkap angin. Dan dia juga bingung bagaimana cara dia membuktikan kepada raja bahwa yang dia tangkap adalah angin”. Intonasinya begitu pasti. Pelan penuh penghayatan. Memaku tubuhku yang rasa pukau mendengarkan cerita.
“ Akhirnya Abu Nawas mendapat petunjuk, dan dia putuskan untuk menemui Raja keesokan harinya”. Aku begitu khidmat mendengarkan bait demi bait kata yang dia ucapkan pada klimaks cerita. Aku tersihir oleh aura linguistik yang keluar dari baham kakek tua itu. Dan seperti biasa, ending cerita yang membuat aku tertawa terpingkal berhasil dia lakukan. Atu pun sudah tak bisa lagi menahan tawanya. Beliau terpingkal-pingkal tertawa sampai keluar air matanya. Makin lama tawanya makin keras sekali. Kami sering sekali tenggelam dalam tawa.
“ tak terasa matahari sudah berada pada tonggaknya. Panas terik merambah membakar seantero jagat Negri menara kembar. Atu bangkit dari duduknya . Pertanda waktu kunjungnya sudah habis. Dia merogo kantong celananya. Mengambil uang dua ringgit dari dompet lusuhnya dan menaruhnya di bawah cankir kopi.
“ kembalilah ke sini besok. Saya ingin mendengarkan cerita Atu yang lainya. Atu nggak usah khawatir deh nanti saya buatkan kopi spesial buat atu. Gratis lagi.”
“ Ye ke ?”.
“ Ya, betul. Iman janji deh”.
Dia berjalan meninggalkan kedai. Langkah demi langkahnya ku pandangi sampai bayangannya berbaur dengan fatamorgana. Seperti layaknya angin, Atu Yusuf hilang dari pandangan.
* * *

Ku pandangi ujung jalan yang biasa atu yusuf lewati. Sudah dua jam berlalu dari jadwalnya, atu yusuf belum muncul juga. Tak biasanya dia molor hari ini. Aku tahu benar dia tipikal orang yang tidak akan menelan ludahnya sendiri. Teman-teman duduknya sudah berkumpul di kedai Emak seperti biasa. Hanya atu yusuf saja yang belum nampak di antara mereka. Apa mungkin ada yang lebih penting yang harus dia kerjakan hari ini?.ku hilangkan semua keraguan yang berkelebat dalam pikiranku. Ku dekati teman-temannya.
“pak cik, kenapa atu’ Yusuf tidak kelihatan hari ini?”. Aku bertanya kepada Pak Cik Mansyur salah satu teman berkumpul Atu Yusuf.

“ memangnya kamu belum tau man. Dia sedang sakit sekarang. Kemarin Sepulang dari sini para tetangga melihat dia terjatuh pingsan di depan pintu rumahnya. Kasihan kakek tua itu”.
Aku sangat kaget mendengarnya. Tidak pernah aku melihat atu’ Yusuf mengeluh. Apalagi soal sakit. “ Sakit apa dia pak cik ?”. “tak tau sakit apa Atu Yusuf tuh. Kata tetangga yang mememukannya kemarin, dari mulutnya keluar darah banyak sekali.kasian Atu Yusuf”. Sekali lagi pak cik Mansyur hanya bisa mengiba saja.


Ternyata rongga paru-paru atu yusuf sudah tidak mampu lagi berjuang melawan asap rokok yang bersarang di dalam dadanya dan asap sialan itu telah mengumumkan bahwa dialah pemenangnya sekarang. Aku putuskan untuk untuk melihat keadaan kakek malang itu sekarang sambil membawa segelas kopi yang sudah aku janjikan kemarin. Aku melewati satu-satunya jalan yang menghubungkan kedai Emakku dengan rumah Atu Yusuf. Sampai tibalah aku di sebuah pintu tua yang di lapisi terali besi. Kemudian ku masuki ruangan kamar tiga setengah kali empat meter persegi yang klaustrofobis. Hening tak bergeming. Masih ku pegang erat secangkir kopi untuknya. Beberapa orang pun ada di sana menyaksikan kakek tua yang tertidur membaring membeku dalam ranjangnya. Kedua pelupuk matanya tertutup rapat. Kedua tangannya melipat ke dadanya.Sehelai kain kafan siap di tutupkan ke wajahnya. Aku segera mengerti bahwa aku sudah kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupku. Ia meninggal. Kakek tua itu sudah menutup buku ceritanya. Menghapus sejarah hitam putihnya. Sekarang kakek tua itu hanya tinggal cerita yang meninggalkan ribuan cerita. Tak ada lagi langkah-langkah kokoh yang selalu menapaki jalan berduri penuh liku, tak ada lagi tawa riang penuh Simfoni, tak ada lagi secangkir kopi hangat untuk dinikmati. Semuanya hanya tinggal kenangan di pagi hari. Kuletakan secangkir kopi O suam di atas meja di samping di mana ia berbaring. Masih hangat. Sehangat sinar mentari yang menyelinap masuk lewat celah jendela yang menyinari wajahnya yang pucat pasi. Tapi tersenyum.


Cerpen ini saya persembahkan
untuk keluarga di malaysia
Saya rindu kalian berdua
Saya rindu selangor



»»  READMORE...

Sunday, December 13, 2009

Sang Umar Yang Kaya

0 comments
membaca artikel di bawah ini mengingatkanku pada seorang Ukh yang sangat mengidolakan Saidina Umar Bin khatab salah seorang sahabat Rasulullah yang terkenal dengan keberaniannya. saking terpesonanya dengan sosok sang Umar dengan kepribadian yang sangat istimewa dia banyak menceritakan kisah umar dalam perbincangan kami, Selama ini yang diceritakan hanya tentang ketegasannya saja tapi ternyata Saidina Umar juga seorang yang Kaya harta lho, sebelumnya yang terkenal dengan kekayaannya hanya ada dua sahabat Rasul yang benar-benar sangat kaya, yaitu Abdurrahman bin Auf dan Ustman bin Affan. Namun sebenarnya, sejarah juga sedikit banyak seperti “mengabaikan” kekayaan yang dipunyai oleh sahabat-sahabat yang lain. Ingat perkataan Umar bin Khattab bahwa ia tak pernah bisa mengalahkan amal sholeh Abu Bakar? Itu artinya, siapapun tak bisa menandingi jumlah sedekah dan infaqnya Abu Bakar As-Shiddiq.



Lantas, bagaimana dengan kekayaan Umar bin Khattab sendiri? Khalifah setelah Abu Bakar itu dikenal sangat sederhana. Tidur siangnya beralaskan tikar dan batu bata di bawah pohon kurma, dan ia hampir tak pernah makan kenyang, menjaga perasaan rakyatnya. Padahal, Umar adalah seorang yang juga sangat kaya. Ketika wafat, Umar bin Khattab meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta—perkiraan konversi ke dalam rupiah. Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan. Umar ra memiliki 70.000 properti. Umar ra selalu menganjurkan kepada para pejabatnya untuk tidak menghabiskan gajinya untuk dikonsumsi. Melainkan disisakan untuk membeli properti. Agar uang mereka tidak habis hanya untuk dimakan. Namun begitulah Umar. Ia tetap saja sangat berhati-hati. Harta kekayaannya pun ia pergunakan untuk kepentingan dakwah dan umat. Tak sedikit pun Umar menyombongkan diri dan mempergunakannya untuk sesuatu yang mewah dan berlebihan.


Menjelang akhir kepemimpinan Umar, Ustman bin Affan pernah mengatakan, “Sesungguhnya, sikapmu telah sangat memberatkan siapapun khalifah penggantimu kelak.” Subhanallah! Semoga kita bisa meneladani Umar bin Khattab. (sa/berbagaisumber/Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khattab/khalifa)
»»  READMORE...

RinDukaH Di@ paDaKu...

3 comments
Alkisah ada seorang hamba Allah yang rajin solat malam dan bermunajat serta berkhalwat dengan Al Kholiq. Setiap malam kedua matanya memerah kerana menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah.



Setelah puluhan tahun ke depan sejak dia dekat dengan Allah setiap malamnya, tidak juga merubah hidupnya. Sejak puluhan tahun dia mendengar bisikan di atas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaitan. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak meredhai doanya selama ini. Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah:

‘Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Kerana Engkau tak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tak akan meminta dan solat lagi kepadamu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah harus beralasan bahawa semua tergantung darimu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahawa diriku sudah dekat denganmu!’



Beliau menutup doanya dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu (mengkhatamkan ibadah solat lailnya). Beliau berbaring dengan pikirannya menerawang hingga ia tak mengetahui bila dia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan dia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluk cahaya duduk di atas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau cuba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, tidak mampu…kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.


Beliau hanya dapat melihat para makhluk yang duduk di hadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, ‘BAGAIMANA KHABAR HAMBAKU SI FULAN, HAI MALAIKATKU?’ nama yang tidak dikenalnya. Seorang bediri dengan tubuh gemetar kerana takut, dan bersuara dengan lirih,

‘Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian: ‘Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Kerana engkau tak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tak akan meminta dan solat lagi kepadamu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah harus beralasan bahawa semua tergantung darimu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahawa diriku sudah dekat denganmu!’
Ampuni dia yaa Al ’Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim?’

Tersentak beliau,_itu kata-kataku semalam_…celaka, fikirnya. Kemudian terdengar suara lagi:

‘Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadah tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan dia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil puteranya, disaat Kuberi dia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu padanya…rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatku ?’

Suasana hening, tak ada jawaban. menyesallah beliau atas permintaannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bisik hatinya ”Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku ya Robbi, maafkan kata-kataku!” mengalirlah air matanya Astagfirullahi’ adzim!! Terbangunlah ia dari mimpi…

Segera beliau mengambil wudhu dan kembali bersujud dengan bertambah khusyuk. Dalam hati beliau berdoa
‘Yaa Allah, Ya Robbi jangan Engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu. Ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela…Yaa Allah, aku rindu padaMu’

sahabat terkadang kita merasa kecewa ketika doa yang kita pinta tidak Allah Kabulkan, akan tetapi sesungguhnya Allah akan mengabulkan setiap doa hambanya....terkadang kita tidak sadar bahawa Allah akan memberikan apa yang kita perlukan bukan apa yang kita pinta...Allah maha Adil..

semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut....


»»  READMORE...

Tuesday, November 10, 2009

Meja K@yu untuk Ayah...........

0 comments
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.
Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

kisah diatas membuat aku terfikir dengan apa yang aku lihat siang tadi di masjid kampusku, setelah ujian pagi tadi aku sengaja menghabiskan waktu dimasjid, ketika menunggu waktu asar tiba, masuklah seorang nenek yang jalan tertatih-tatih sambil wajahnya menggambarkan letihan dan kesakitan dari perjalanannya yang bisa di bilang tidak jauh hanya dari depan masjid hingga masuk dewan ruangan solat perempuan. bersama nenek tersebut anak bersama cucunya. setelah duduk di dalam masjid nenek tadipun duduk dalam keadaan yang sangat letih, kemudian tanpa berwudhu dia terus mengerjakan solat dengan bertanya kepada cucunya solat apa sekarang, subuh atau magrib? sang cucu pun menjawab dengan perlahan dan lambat Z.U.H.U.R. seolah-olah mengeja dan memberitahu kepada anak TK. nenek tadipun bertanya berulang-ulang hingga sang cucu mulai memarahinya. setelah merasa dirinya dimarahi nenek tadipun terus berniat dengan suara yang lantang untuk memulai solat, aku hanya tersenyun ketika nenek tersebut melafazkan niat solat subuh, dan sang cucu hanya menggeleng.... setelah sampai satu rakaat nenek tadipun salam, lantas merengek meminta pulang berulang-ulang sang cucu menjelaskan kalau mereka menunggu untuk salat asar dulu, tapi tetap nenek tersebut merengek meminta pulang. aku hanya berfikir akan seperti itukah aku nant? kembali ke kehidupan masa kecil

*hanya sebuah selingan

pelajaran berharga yang dapat diambil hikmahnya dari cerita meja kayu di atas bahwa anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
»»  READMORE...

Monday, November 9, 2009

friend A until Z

2 comments
hanya sebuah telapak tangan, tapi bagiku sangat memberi arti tentang indahnya persahabatan dan persaudaraan. telapak tangan itu berisi tulisan-tulisan indah dari sahabat-sahabatku tentunya tentang diriku, nasihat, kritik, persefsi. yang jelas aku bersyukur bs dipertemukan dengan mereka dalam jalan tarbiyah dan dakwah. semoga perjalanan kami selalu dalam keridhaan Allah....

apa arti kawan menurutmu ....?

A Friend…

(A) = Accepts you as you are
(B) = Believes in “you”
(C) = Calls you just to say “Hi”
(D) = Doesn’t give up on you
(E) = Envisions the whole of you
(F) = Forgives your mistakes
(G) = Gives unconditionally
(H) = Helps you
(I) = Invites you over
(J) = Just “be” with you
(K) = Keeps you close at heart
(L) = oves you for who you are
(M) = Makes a difference in your life
(N) = Never Judges
(O) = Offers support
(P) = Picks you up
(Q) = Quiets your fears
(R) = Raises your spirits
(S) = Says nice things about you
(T) = Tells you the truth when you need hear it
(U) = Understands you
(V) = Values you
(W) = Walks beside you
(X)- Xplain things you don’t understand
(Y) = Yells when you won’t listen
(Z) = Zaps you back to reality

Dikutip dari FriendsterKiriman dari Wati Nur Aini - Batam
»»  READMORE...

Thursday, October 15, 2009

UngkApan TujUh KaT@ yang InDaH

0 comments
Setauku dia bernama Alif, Alif Fadliansyah lengkapnya anak kelas satu Cekal yang terletak paling ujung di sekolah AminudinBaki, sekolah cluster yang mempunyai hampir 500 pelajar ini cukup luas untuk ukuran sekolah di Kualalumpur. sekolah unggulan ini mempunyai pelajar di tahap gred "A", tak sembarangan orang yang bisa masuk sekolah ini. bahkan gurunya pun kebanyakan guru-guru yang mendapatkan anugerah cemerlang.


kembali ke Alif, aku selalu memperhatikannya, walaupun baru 1 bulan aku mengajar tapi bagiku orang seperti Alif wajar menjadi perhatian sang guru baru, dengan sikapnya yang aneh dan kadang aku tak bisa membaca fikirannya...aku menjadi lebih tertarik untuk mengetahui siapa dia. di kelas dia orang yang paling sering menjawab setiap pertayaanku, walaupun ketika aku menerangkan dia akan menaruh kepalanya dia atas meja dan memejamkan matanya. entah apa memang dia tidur atau mendengar apa yang aku ajarkan, di kelas tak pernah ada orang yang menegurnya atau sebaliknya, bahkan aku selalu melihat dia selalu terpisah dengan pelajar lelaki, dan selalunya dia akan memilih kursi yang paling belakang di barisan pelajar perempuan. entah kenapa, akupun tak faham, meskipun berulangkali aku memintanya untuk duduk bersama dengan pelajar lelaki lainnya tapi tak diindahkan.

aku sering melihatnya di perpustakaan sekolah saat waktu rehat tiba, tak seperti kawannya yang lain yang menghabiskan masa rehatnya di kantin sekolah. dan pada waktu itu juga biasanya aku akan menghabiskan waktuku di Makmal sekolah yang bersatu dengan ruangan perpustakaan. aku selalu menghampirinya dan sejak itu kami sering berbincang tentang masalah pelajaran dan lainnya, teryata menyenangkan berbincang dengan anak misterius ini, walaupun dia akan mengeluarkan sedikit kata-kata tapi setiap apa yang diucapkannya pasti dan benar. akhirnya sedikit sebanyak aku dapat memahaminya.....

********

siang itu aku melihatnya duduk di bawah pohon mangga di samping surau sekolah, sambil pandangannya menuju lapangan bola dimana pelajar tingkatan 5 sedang mengadakan pertandingan sepak bola, jarang sekali aku lihat tangannya kosong, seperti biasa sebuah buku akan menemaninya, aku menegurnya dengan ucapan salam spontan dia menjawab salamku tanpa melihat siapa yang mengucapkan salam. seperti biasa fikirku......aku duduk disampingnya 'Alif suke main bola???' pertayaan yang kuketahui jawabanya itu sengaja kutanyakan, sekedar hanya ingin menyuruhnya mengeluarkan kata-kata. "suke" jawabnya ringkas. siang itu banyak yang kami bincangkan dari maslah hobi, pengalaman, cita-cita dan terakhir tentang persahabatan. aku sempat menanyakan yang dari dulu ingin ku ketahui darinya , 'cikgu tak pernah nampak alif bergabung dengan kawan lain, alif ada kawan rapat?? 'manalah dia orang nak berkawan dengan saya cikgu' saya kan......kata-katanya terputus seolah-olah dia berfikir panjang dengan apa yang ingin dia ucapkan, tiba-tiba bel sekolah pun berdering menandakan waktu rehat telah habis. dia pun bergegas dan meminta izin untuk kembali ke kelas..



Amira mengikutiku saat aku keluar dari kelasnya, dia menawarkan bantuan untuk membawakan buku dan laptop yang aku bawa, seperti biasa murid yang satu ini memang tak mau terkalahkan kerajinannya, 'cikgu best lah apa yang cikgu ajar tadi, saya suke kalau cikgu bercerita tentang sahabat-sahabat rasulullah...aku tersenyum "jangan suke dengan cerita dia je tapi kene dijadikan contoh dan i'tibar ya..., oke lah cikgu . cikgu semalam cikgu sembang dengan alif ke? lelaki misterius tuh, kita orang takutlah dengan dia, pendiam tapi kalau marah macamlah singa. tau tak cikgu dia pernah jadi macam histereria, marah tak da sebab, macam orang tak betul, pas tu dia baling semua bende yang ade kat depan dia. cuba cikgu bayangkan ...agaknya dia tuh ada ganguan jiwa kot, psiko betul.....
pikiranku menerawang saat amira dengan terus berceloteh sedari tadi, banyak juga yang ia ceritakan padaku tentang alif, dari keluarganya yang broken home sampai sering kena pukul ayahnya setiap hari. tapi dia anak yang jenius. maklum amira adalah tinggal bersebelahn dengannya jadi dia memang kenal dengan alif sejak kecil

********

rindu rasanya pada kegiatan sekolah, setelah dua minggu menghadapi liburan. rindu pada dunia mengajarku dengan celotehan murid-muridku yang selalu mengisi hari-hariku. seperti biasa perhimpunan sekolah akan diadakan di awal pagi isnin, mungkin sudah menjadi peraturan sekolah ini mengadakan perhimpunan 3 kali seminggu. senin, rabu dan jumat. selain itu kegiatan anak-anak yang begitu padat dari pembelajaran di dalam kelas hingga kegiatan kokurikulum di luar kelas dari 7.15 pg-4.30petang, bukan hanya murid guru pun harus mengikuti jadwal kegiatan sekolah, selain itu mensyuarat-mensyuarat juga program-program peningkatan guru cemerlang selalu diadakan pada hujung minggunya, mungkin inilah mengapa sekolah ini disebut cluster.

amira menghampiriku sebaru saja aku duduk di kursi guru dalam kelasnya, menyerahkan sepucuk surat bersampul biru. 'cikgu alif kirimkan ini untuk cikgu, dia dah berpindah ke terengganu ikut mak die. die ucapkan salam untuk cikgu. aku cukup kaget, dan terus melihat ke kursi belakang dimana tempat biasa alif duduk, memang kosong.....isi suratnya cukup ringkas

" terimakasih sudah menjadi kawan alif, sayang cikgu ...."

aku terharu, bahagia sekaligus sedih. bahagia bisa menjadi kawan bagi murid misteriusku dan sedih karna aku tidak akan bertemu murid jenius seperti alif...

terkenang untuk alif sang murid misterius.....

»»  READMORE...

Friday, September 25, 2009

Salam Eid Mubarak

3 comments

Bedug bertalu di malam takbir
Bergema di penjuru pesisir
Serasa ada air sejuk mengalir
Pada pintu-pintu yang terisolir

Ketika air mata luruh jatuh
tangan-tangan sujud bersimpuh
pada bening takbir diri berbasuh
sucikan segumpal peluh

pada sesiapa pun diri berucap
kiranya dikau sudi memaaf
atas segala salah dan kilaf
agar batin tak lagi pengap

maafmu
maaafku
melebur satu
di lebaran ke satu

Maaf lahir bathin semua.....

»»  READMORE...

Thursday, September 17, 2009

Pola Tidur Sehat dan Fenomena di Balik Kedasyatan Sholat Malam

2 comments
Ada Artikel bagus dari tetangga sebelah ni....smoga bermanfaat, selamat menikmati ^_^

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat diganggu gugat pelaksanaannya. Secara biologis normal, manusia dapat bertahan tidak makan selama 2 minggu namun akan mengalami gangguan kesehatan serius jika tidak tidur dalam waktu 3X24 jam.
Tidur sehat adalah dambaan setiap orang. Dengan tidur yang sehat maka akan memberikan dampak jangka panjang pada kesejahteraan fisik dan psikis manusia.


Aksioma yang banyak diterima oleh kita mengenai tidur 8 jam sehari sebagai tidur sehat ternyata dipatahkan oleh penelitian Daniel F. Kripke seorang profesor ahli psikiatri dari Universitas California.
Hasil penelitiannya selama sekitar 6 tahun di Amerika Serikat dan Jepang menyimpulkan bahwa tidur selama 8 jam sehari memiliki resiko kematian lebih cepat dibandingkan selama 6-7 jam sehari. Penelitian tersebut melibatkan responden berusian antara 30-120 tahun. Sebenarnya masalah tidur sehat ini sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak lebih dari 14 abad yang lalu. Beliau tidur sekitar jam 9 malam dan bangun sekitar jam 2 pagi (kurang lebih 5 jam tidur) untuk mendirikan sholat tahajjud hingga waktu sholat subuh. Kemudian beliau beristirahat sejenak hingga waktu terbitnya matahari. Masalah tidur sehat dan sholat tahajjud ini menjadi penting terutama dalam rangka membangun karakter manusia yang berkualitas.

Dr. Moh. Sholeh dalam bukunya berjudul Tahajud, Manfaat Praktis Ditinjau dari Ilmu Kedokteran yang diterbitkan oleh Pustaka Pelajar – Jogjakarta terbitan April 2001 membedah mengenai manfaat sholat tahajjud serta tips tidur sehat. Secara formal Dr. Moh. Sholeh menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Kediri dan Universitas Muhammadiyah Malang. Kemudian dilanjutkan dengan tingkat magisternya di Fakultas Psikologi IKIP Malang dan menyelesaikan program doktoralnya di Fakultas Kedokteran Jurusan Psikoneuromunologi Universitas Airlangga Surabaya.

Dari penelitiannya yang dilakukan kepada 19 santri yang sudah terpilih di Pesantren Hidayatullah Surabaya, Dr. Moh. Sholeh memperoleh informasi bahwa salat tahajjud sangat efektif membangun sistem kekebalan (imunologi) dan keseimbangan (homoeostatis) tubuh.
Sebenarnya dalam sistem tubuh kita terdapat irama sirkadian yang merupakan elemen penting di dalamnya. Dimana pola tidur-bangun, kesiapan bekerja, pengaturan autonomik (sekresi adrenalin, kortisol), proses metabolisme/vegetasi, suhu badan, denyut jantung dan tekanan darah adalah komponen-komponen penting pembentuk irama sirkadian.
Irama sirkadian ini secara jam biologis beroperasi selama 24 jam sehari yang akan meningkat pada waktu siang hari dan mengalami penurunan ritme pada waktu malam hari.

Masalah yang timbul jika irama sirkadian ini tidak terkelola dengan baik adalah gejala-gejala gangguan kesehatan seperti gangguan tidur, nyeri perut, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, badan terasa lemah, merasa sangat lelah serta gangguan saluran pernapasan. Gejala itu biasanya dialami para pekerja shift malam dan beberapa pengamal salat tahajud.

Hal ini disebabkan proses tidak alami dimana seharusnya pada malam hari terjadi penurunan ritme irama sirkadian namun karena adanya aktivitas menyebabkan gangguan pada sistem tersebut.
Kegagalan proses adaptasi tersebut menyebabkan hormon kortisol tetap tinggi dimana seharusnya sudah menurun. Hal tersebut memicu stres disebabkan terganggunya kondisi homeostatis yang disebabkan naiknya kadar ACTH dalam tubuh.
Secara alami kadar ACTH dan kortisol dalam tubuh dipengaruhi oleh kondisi gelap-terang di luar tubuh kita dimana pada malam hari yang relatif gelap kedua hormon tersebut mengalami penurunan yang mencapai puncaknya di sekitar jam 00.00 s.d 02.00. Padahal pada waktu tersebut adalah saat yang paling dianjurkan untuk mendirikan sholat tahajjud. Sehingga kemampuan untuk beradaptasi supaya kadar kortisol tetap rendah sekalipun melakukan aktivitas adalah hal yang sangat penting.
Kegagalan dari proses adaptasi terhadap perubahan kondisi hormon kortisol tersebut dapat menyebabkan timbulnya gangguan infeksi dan kanker. Namun jika berhasil akan mendorong kemampuan berprestasi yang luar biasa.



Proses adaptasi yang efektif hanya dapat tercapai jika pendiri sholat tahajjud tersebut mampu mendirikan sholatnya secara khusyu’ dan ikhlas serta dilaksanakan secara konsisten/berkelanjutan.
Jika pendiri sholat tahajjud mampu mencapainya dengan penuh kesungguhan, khusyu’, tepat, ikhlas dan berkelanjutan, dia dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif.
Petunjuk dari hal tersebut dapat dicapai adalah mereka akan menghadapi hidup secara realistis dan optimis serta tetap bersikap konstruktif.
Yuk bertahajud
»»  READMORE...

Wednesday, September 16, 2009

Ramadhan di Negri Menara Kembar

3 comments
Di Malaysia suasana ramadhan cukup mengasikkan, bukan hanya suasannya tapi kegiatan juga cukup mendukung. seperti contohnya restoran-restoran melayu ditutup serempak, bahkan Jabatan Agama di setiap negeri mengharamkannya. walaupun restoran-restoran china dan india tetap berjalan seperti biasanya. pernah suatu ketika jabatan agama menangkap sepasang suami isteri melayu yang sedang makan di restoran china pada siang bulan ramadhan, hal ini sudah menjadi peraturan dan biasanya akan dikenakan hukuman atau denda. menurutku ini suatu yang sangat bagus, karna siapa-siapa yang berbangsa melayu dia haruslah beragama islam dan otomatis harus mengikuti semua peraturan yang ada.
ini bukan pertama kali aku berpuasa dinegri menara kembar ini, sepanjang aku menuntut ilmu disini sepanjang itu juga aku merasakan ramadhan, bahkan selama empat tahun disini aku hanya pulang lebaran satu kali, selain untuk penghematan ini juga disebabkan karna waktu libur yang sempit, dan juga karna tugas2 kuliah dan pekerjaanku yang selalu menuntutku untuk segera dituntaskan.

Suasana puasa disini agak lain dengan suasana ramadhan di kampungku. Ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi adat yang membudaya seperti Bazar Ramadhan. Di bazar ramadhan semua jenis makanan untuk berbuka puasa tersedia disini. Setiap sore pasar ini akan dibanjiri oleh masyarakat melayu. di malaysia hampir semua orang bekerja bukan saja suami tapi istripun akan sibuk bekerja, oleh itu Mereka lebih suka membeli makanan yang sudah siap disantap untuk berbuka puasa karena tiada waktu untuk memasak dirumah.

hal paling berkesan selama berpuasa disini ialah berbuka puasa, masjid2 besar dimalaysia akan menyediakan makanan untuk berbuka puasa jadi kita bisa memilih untuk berbuka puasa dimanapun, masalah menu nggak usah diragukan lagi *menurutku. aku sendiri sering buka puasa di masjid kampusku yang letaknya tak jauh dari asrama tempat tinggalku. setiap hari akan ada sekitar 2000 orang yang akan berbuka di masjid itu, walaupun pengurus masjid memiliki bugjet lebih dari itu. selain itu budaya makan di atas satu nampan bersama juga menjadi hal yang aku sukai karna bisa berkenalan dengan orang lain dan juga ada nilai tersendiri bagiku. tapi kadang kalanya mereka menyiapkan makanan berbuka istimewa untuk per-orang . biasanya itu ada sponsor tersendiri seperti dari Bank Islam atau tabung haji ataupun pas perayaan nuzulul Qura'an. selain di masjid kampusku aku juga sesekali buka puasa di masjid lain seperti masjid negara, masjid putrajaya, masjid besi dan banyak lagi sampai-sampai kami menamakan ini "Safari Ramadhan". buka puasa bersama kawan-kawan indonesia pun tidak terlewatkan, bahkan undangan2 berbuka puasa dari organisasi-organisasi lainpun kadang tidak dapat dipenuhi. seolah-olah mereka betul-betul merebut pahala di bulan berkah ini. Subhanallah ....


Tapi apapun itu aku lebih suka berbuka di masjid kampusku, karna lebih nyaman dan banyak waktu untuk beribadah. biasanya setelah berbuka aku akan terus sembayang tarawih disana, bukan karna di asramaku tak ada solat tarawh berjamaah tapi di masjid lebih nyaman, imamnya pun dipilih dari para hafiz al-quran dari student ataupun dosennya dan ini sebagai sarana bagiku untuk murajaah hafalanku karna biasanya para imam akan membaca ayat2 panjang .
pernah suatu ketika aku bertarawih di masjid besar di Malaysia, seperti masjid wilayah persekutuan, masjid putrajaya and so on. Masjid-masjid besar ini biasanya menyediakan imam-imam yang hafal al-Qur`an yang sengaja dikontrak selama bulan ramadhan. Sebagian imam itu sengaja didatangkan dari negara timur tengah yang hafaz al-Qur`an. berada di masjid wilayah membuat kita merasa tidak ingin keluar karena begitu tenang, nyaman dan damai di dalamnya. Dunia luar adalah sebuah masalah besar yang penuh dengan kegelisahan dan keluh kesah serta masalah. Di masjid-masjid Malaysia tidak kita jumpai pengemis yang meminta sedekah. Tidak ada tukang semir sepatu yang menawarkan jasanya. Ini karena hak-hak mereka telah dijaga dan dipelihara oleh pemerintah.

di masjid putrajaya tak kalah menariknya dengan masjid wilayah, masjid yang dibangun diatas air ini menjadikan masjid ini senantiasa sejuk walaupun tak menggunakan AC, masjid yang berdiri di pusat pentadbiran negara ini tak pernah sepi dari kunjungan orang ramai, bahkan para turis pun disediakn jubah berwarna pink dan hitam untuk dapat memasuki masjid tersebut. bukan saja turis pengunjung yang lain pun yang berpakaian kurang sopan diwajibkan pakai jubah tersebut. masjid ini selalu menyediakan makanan berbuka yang istimewa, karna bukan saja rakyat biasa yang berbuka tapi para pentadbir negarapun akan turut berbuka bersama.





to be countinous....





»»  READMORE...

Thursday, September 10, 2009

Ke2Cewa@n

1 comments
aku masih terpaku didepan tumpukan buku dan laptop setiaku, tak ada lagi rangkaian kata yang ingin aku tumpahkan di barisan kata dalam tugas akhirku. kelu, bisu dan buntu otak ini untuk terus diporsir hanya untuk tugasan akhir ini, sesekali aku coba membuka tirai kamarku, untuk menghirup udara dan menyaksikan tarian pohon-pohon rindang yang menghiasi asrama kediamanku, haruman bunga kasturipun sesekali menghampiri hidungku.....tapi semua itu tak mengembalikan moodq. tetap bosan dan bosan...no idea

"please choose another title" kata-kata itu seolah menjadi petir disiang bolong, setelah semalaman suntuk aku mengahadap laptop dengan ngantuk yang aku tahan -he reject my proposal- sabar je lah, bisik kawanku yang senasib denganku... proposalnya pun ditolak. padahal sebelumnya dia yang minta kami menulis title tersebut...hmmm tak habis pikir dengan prof kesayanganku ini.yang paling parah dia meminta kami untuk membuat kajian tentang kasus kematian.

what upps!!!!!.....kawanku teriak setelah dia memasuki mobil kancil birunya, ini bukan bidang kita lah, dia pikir kita ini detektif apa, taulah sendiri kampus kita kayak mana. aku tak ingin bersuara karna hanya akan memancing emosiku membuncah....
akhirnya kami pulang ke asrama dengan masing-masing membawa kekecewaan :(
»»  READMORE...

Friday, May 8, 2009

Not On My desT for a Few day

0 comments
»»  READMORE...

akhirnya aku menemukannya kembali...............

0 comments

setelah sekian lama aku cari akhirnya ku menemukanmu, sampai-sampai ga ingat dimana dan kapan terakhir aku bersama dan memahahamimu...bagiku bagus bagus sekali. membacanya seolah-olah mengalaminya.......buku yang bagus.


Torey Hayden seorang pakar psikologi pendidikan serta guru bagi anak-anak khusus. Sejak 1979, Torey mencatat perjuangannya dalam mengajar menjadi buku-buku yang mendapat sambutan luas. salah satu buku best sellernya adalah "sheila : luka hati seorang gadis kecil"

perjuangan guru yang tak pernah putus asa menghadapi gadis seperti sheila, bahkan bukan cuma dia tapi ke 7 kawannya serba aneh. Sudah ada delapan murid berusia tak lebih dari 10 tahun di kelas itu. Seorang anak pernah dua kali mencoba bunuh diri, seorang anak buta, seorang lagi agresif, dua orang anak menderita autisme, seorang skizofrenia, seorang pernah mengalami penganiayaan fisik dan seksual, sedangkan yang terakhir menderita beragam fobia.

Bila Anda harus mengajar di kelas itu, bersediakan Anda, seperti Torey Hayden, menerima seorang murid lagi, seorang gadis berusia 6 tahun yang baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati?

Gadis itu ber-IQ diatas 180, namun menderita problem emosional parah. Dia tak pernah menangis, baik di kala sedih, marah, maupun kesakitan. Dia juga agresif dan selalu membangkang. Mungkin karena sang ibu meninggalkannya di jalanan saat berusia 4 tahun. Mungkin karena ayahnya pemabuk dan tak mampu memberinya pengasuhan yang layak. Mungkin karena dia memang tak tahu bagaimana membuat orang lain mencintainya. Menghadapi murid seistimewa ini, bekal sang guru hanyalah kesabaran dan kasih yang mendalam. Dalam buku ini, sang guru menuturkan pengalaman nyatanya berusaha menyentuh hati si gadis.

terakhir buku ini aku menemukanya di toko buku baru dibelakang perpus, walaupun dalam bahasa inggris, tapi tetap menyenangkan dan mengharukan sampai-sampai menghapus airmata bekali-kali.

»»  READMORE...

Thursday, May 7, 2009

ThanK For All............

2 comments
Semua orang meneriakkan kebebasan, atas kegembirannya menyelesaikan ujian....hari ini adalah hari terakhir ujian.









ya hampir sebulan aku mengikuti final exam, menguras otak menghafal kata-kata, rumus-rumus dan sebagainyai dalam dewan yang berkuatan AC tinggi, kalau ga pakai jaket atau double dress kayaknya gak sanggup untuk melalui dua jam berfikir.

tapi apapun itu Alhamdulillah, final exam kali ini aku lalui penuh makna karna mata kuliah yang menyenangkan dan dosen-dosen yang keren (ilmunya), tambah lagi aku bergabung dengan FGD (Focus Group Discuss) dengan Nawal n The gank...menyenangkan...cukup menyenangkan persaudaraan ini. juga menemukan pola belajar baru 'bersembunyi di sudut labry sambil memandangi pohon-pohon yang digelantungi monyet' lucu banget deh.

segala usaha telah ditempuh untuk mendapatkan yang terbaik, Allahlah yang menentukan semuanya...Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk sem ini. (dapat Dekan Lagi gak yah??) :D

terimakasih kepada semua dosen, tutor semoga di halalkan ilmunya dan kawan-kawan yang setia beradu argument, bertukar fikiran dan lain sebagainya..semua itu kita lakukan karna hanya ingin mendapatkan sebuah kesempurnaan. smoga semuanya bermanfaat untuk semua....luv U all coz Allah

terakhir sekali selamat menjalankan latihan industri di sekolah masing-masing.....semoga Sgalanya dimudahkan....All the best 4 Us
»»  READMORE...
 

::....mEngGapAiRidhAiLaHi..::: hanya sebuah coretan kecil dari berlembar-lembar cerita yang kulalui Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template