Sunday, December 13, 2009

RinDukaH Di@ paDaKu...


Alkisah ada seorang hamba Allah yang rajin solat malam dan bermunajat serta berkhalwat dengan Al Kholiq. Setiap malam kedua matanya memerah kerana menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah.



Setelah puluhan tahun ke depan sejak dia dekat dengan Allah setiap malamnya, tidak juga merubah hidupnya. Sejak puluhan tahun dia mendengar bisikan di atas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaitan. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak meredhai doanya selama ini. Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah:

‘Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Kerana Engkau tak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tak akan meminta dan solat lagi kepadamu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah harus beralasan bahawa semua tergantung darimu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahawa diriku sudah dekat denganmu!’



Beliau menutup doanya dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu (mengkhatamkan ibadah solat lailnya). Beliau berbaring dengan pikirannya menerawang hingga ia tak mengetahui bila dia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan dia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluk cahaya duduk di atas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau cuba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, tidak mampu…kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.


Beliau hanya dapat melihat para makhluk yang duduk di hadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, ‘BAGAIMANA KHABAR HAMBAKU SI FULAN, HAI MALAIKATKU?’ nama yang tidak dikenalnya. Seorang bediri dengan tubuh gemetar kerana takut, dan bersuara dengan lirih,

‘Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian: ‘Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Kerana engkau tak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tak akan meminta dan solat lagi kepadamu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah harus beralasan bahawa semua tergantung darimu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahawa diriku sudah dekat denganmu!’
Ampuni dia yaa Al ’Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim?’

Tersentak beliau,_itu kata-kataku semalam_…celaka, fikirnya. Kemudian terdengar suara lagi:

‘Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadah tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan dia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil puteranya, disaat Kuberi dia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu padanya…rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatku ?’

Suasana hening, tak ada jawaban. menyesallah beliau atas permintaannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bisik hatinya ”Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku ya Robbi, maafkan kata-kataku!” mengalirlah air matanya Astagfirullahi’ adzim!! Terbangunlah ia dari mimpi…

Segera beliau mengambil wudhu dan kembali bersujud dengan bertambah khusyuk. Dalam hati beliau berdoa
‘Yaa Allah, Ya Robbi jangan Engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu. Ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela…Yaa Allah, aku rindu padaMu’

sahabat terkadang kita merasa kecewa ketika doa yang kita pinta tidak Allah Kabulkan, akan tetapi sesungguhnya Allah akan mengabulkan setiap doa hambanya....terkadang kita tidak sadar bahawa Allah akan memberikan apa yang kita perlukan bukan apa yang kita pinta...Allah maha Adil..

semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut....


3 comments:

Panggil saya Pak Tio on August 31, 2010 at 8:15 AM said...

assalamualaikum
ijin copy isi blog nya ya. ..


wassalam

Panggil saya Pak Tio on August 31, 2010 at 8:17 AM said...

assalamualaikum
ijin copy isi blog nya ya. ..


wassalam

Panggil saya Pak Tio on August 31, 2010 at 8:17 AM said...

assalamualaikum
ijin copy isi blog nya ya. ..


wassalam

 

::....mEngGapAiRidhAiLaHi..::: hanya sebuah coretan kecil dari berlembar-lembar cerita yang kulalui Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template