Thursday, October 15, 2009

UngkApan TujUh KaT@ yang InDaH

0 comments
Setauku dia bernama Alif, Alif Fadliansyah lengkapnya anak kelas satu Cekal yang terletak paling ujung di sekolah AminudinBaki, sekolah cluster yang mempunyai hampir 500 pelajar ini cukup luas untuk ukuran sekolah di Kualalumpur. sekolah unggulan ini mempunyai pelajar di tahap gred "A", tak sembarangan orang yang bisa masuk sekolah ini. bahkan gurunya pun kebanyakan guru-guru yang mendapatkan anugerah cemerlang.


kembali ke Alif, aku selalu memperhatikannya, walaupun baru 1 bulan aku mengajar tapi bagiku orang seperti Alif wajar menjadi perhatian sang guru baru, dengan sikapnya yang aneh dan kadang aku tak bisa membaca fikirannya...aku menjadi lebih tertarik untuk mengetahui siapa dia. di kelas dia orang yang paling sering menjawab setiap pertayaanku, walaupun ketika aku menerangkan dia akan menaruh kepalanya dia atas meja dan memejamkan matanya. entah apa memang dia tidur atau mendengar apa yang aku ajarkan, di kelas tak pernah ada orang yang menegurnya atau sebaliknya, bahkan aku selalu melihat dia selalu terpisah dengan pelajar lelaki, dan selalunya dia akan memilih kursi yang paling belakang di barisan pelajar perempuan. entah kenapa, akupun tak faham, meskipun berulangkali aku memintanya untuk duduk bersama dengan pelajar lelaki lainnya tapi tak diindahkan.

aku sering melihatnya di perpustakaan sekolah saat waktu rehat tiba, tak seperti kawannya yang lain yang menghabiskan masa rehatnya di kantin sekolah. dan pada waktu itu juga biasanya aku akan menghabiskan waktuku di Makmal sekolah yang bersatu dengan ruangan perpustakaan. aku selalu menghampirinya dan sejak itu kami sering berbincang tentang masalah pelajaran dan lainnya, teryata menyenangkan berbincang dengan anak misterius ini, walaupun dia akan mengeluarkan sedikit kata-kata tapi setiap apa yang diucapkannya pasti dan benar. akhirnya sedikit sebanyak aku dapat memahaminya.....

********

siang itu aku melihatnya duduk di bawah pohon mangga di samping surau sekolah, sambil pandangannya menuju lapangan bola dimana pelajar tingkatan 5 sedang mengadakan pertandingan sepak bola, jarang sekali aku lihat tangannya kosong, seperti biasa sebuah buku akan menemaninya, aku menegurnya dengan ucapan salam spontan dia menjawab salamku tanpa melihat siapa yang mengucapkan salam. seperti biasa fikirku......aku duduk disampingnya 'Alif suke main bola???' pertayaan yang kuketahui jawabanya itu sengaja kutanyakan, sekedar hanya ingin menyuruhnya mengeluarkan kata-kata. "suke" jawabnya ringkas. siang itu banyak yang kami bincangkan dari maslah hobi, pengalaman, cita-cita dan terakhir tentang persahabatan. aku sempat menanyakan yang dari dulu ingin ku ketahui darinya , 'cikgu tak pernah nampak alif bergabung dengan kawan lain, alif ada kawan rapat?? 'manalah dia orang nak berkawan dengan saya cikgu' saya kan......kata-katanya terputus seolah-olah dia berfikir panjang dengan apa yang ingin dia ucapkan, tiba-tiba bel sekolah pun berdering menandakan waktu rehat telah habis. dia pun bergegas dan meminta izin untuk kembali ke kelas..



Amira mengikutiku saat aku keluar dari kelasnya, dia menawarkan bantuan untuk membawakan buku dan laptop yang aku bawa, seperti biasa murid yang satu ini memang tak mau terkalahkan kerajinannya, 'cikgu best lah apa yang cikgu ajar tadi, saya suke kalau cikgu bercerita tentang sahabat-sahabat rasulullah...aku tersenyum "jangan suke dengan cerita dia je tapi kene dijadikan contoh dan i'tibar ya..., oke lah cikgu . cikgu semalam cikgu sembang dengan alif ke? lelaki misterius tuh, kita orang takutlah dengan dia, pendiam tapi kalau marah macamlah singa. tau tak cikgu dia pernah jadi macam histereria, marah tak da sebab, macam orang tak betul, pas tu dia baling semua bende yang ade kat depan dia. cuba cikgu bayangkan ...agaknya dia tuh ada ganguan jiwa kot, psiko betul.....
pikiranku menerawang saat amira dengan terus berceloteh sedari tadi, banyak juga yang ia ceritakan padaku tentang alif, dari keluarganya yang broken home sampai sering kena pukul ayahnya setiap hari. tapi dia anak yang jenius. maklum amira adalah tinggal bersebelahn dengannya jadi dia memang kenal dengan alif sejak kecil

********

rindu rasanya pada kegiatan sekolah, setelah dua minggu menghadapi liburan. rindu pada dunia mengajarku dengan celotehan murid-muridku yang selalu mengisi hari-hariku. seperti biasa perhimpunan sekolah akan diadakan di awal pagi isnin, mungkin sudah menjadi peraturan sekolah ini mengadakan perhimpunan 3 kali seminggu. senin, rabu dan jumat. selain itu kegiatan anak-anak yang begitu padat dari pembelajaran di dalam kelas hingga kegiatan kokurikulum di luar kelas dari 7.15 pg-4.30petang, bukan hanya murid guru pun harus mengikuti jadwal kegiatan sekolah, selain itu mensyuarat-mensyuarat juga program-program peningkatan guru cemerlang selalu diadakan pada hujung minggunya, mungkin inilah mengapa sekolah ini disebut cluster.

amira menghampiriku sebaru saja aku duduk di kursi guru dalam kelasnya, menyerahkan sepucuk surat bersampul biru. 'cikgu alif kirimkan ini untuk cikgu, dia dah berpindah ke terengganu ikut mak die. die ucapkan salam untuk cikgu. aku cukup kaget, dan terus melihat ke kursi belakang dimana tempat biasa alif duduk, memang kosong.....isi suratnya cukup ringkas

" terimakasih sudah menjadi kawan alif, sayang cikgu ...."

aku terharu, bahagia sekaligus sedih. bahagia bisa menjadi kawan bagi murid misteriusku dan sedih karna aku tidak akan bertemu murid jenius seperti alif...

terkenang untuk alif sang murid misterius.....

»»  READMORE...
 

::....mEngGapAiRidhAiLaHi..::: hanya sebuah coretan kecil dari berlembar-lembar cerita yang kulalui Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template