kata itulah yang sesuai diucapkan lisan ini, setelah seharian dalam kesibukan pemilu kali ini...bukan sebagai pemilih saja tapi panitia yang harus on ditempat. pesta dah selesai tinggal nunggu hasilnya...apapun itu pasti yang terbaik dari Allah untuk negaraku.
menjadi pengalaman yang berharga bagiku ketika dimana kita harus mempertahankan sebuah amanah yang walaupun dianggap sepele tapi dampaknya cukup besar, walaupun hanya sekedar bagian data dan informasi tapi itu sangat krusial menurutku, dan kebetulan di Wisma Atase pertahanan ada dua TPS dan kami bertiga untuk bagian data informasi dan aku sebagai ketua memutuskan untuk membagi dua dari kami bertiga, aku sendiri dan dua orang anak dari UM diTPS 27. di TPSku ada pak mualim sebagai ketua, bu tri, mba hilya, saudr mu'tamar, saudar junaidi, saudara zulkasri dan aku sendiri.

"apabila amanah diberikan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah hingga hari kiamat nant" teringat dengan maksud hadis tersebut, betapa amanah itu suatu pertanggungjawaban diakhirat nant, ketika ada yang coba membisikiku dari salah satu partai politik untuk meluluskan bahwa seseorang itu boleh memilih walaupun statusnya undi pos, ataupun mengundi di TPS lain, ya hal itu terjadi padaku. Alhamdulillah Allah telah menguatkan hatiku untuk tetap berpagang pada prinsip, selain itu akupun tahu bahkan kenal dengan sekumpulan orang yang datang sama dengan sekumpulan orang yang waktu itu coba membuat kecoh di Kongres PPI Malaysia di UKM april lalu.
tapi apapun semua itu hanya sekadar pengalaman dan cerita yang tak berapa menarik yang ingin aku ceritakan.
0 comments:
Post a Comment