Saturday, February 28, 2009

PerjAlanaN kE SuRg@

0 comments
Perjalanan ke syurga dilingkungi dengan duri dan onak. Manakala jalan ke neraka di-kelilingi dengan keinginan syahwat. Demikian ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw. mengenai dua jalan yang ditempuhi oleh manusia.
Syurga ialah tempat kenikmatan dan kebahagiaan di akhirat yang dikurniakan kepada hamba-hamba Allah yang beramal soleh. Neraka pula tempat azab keseksaan disediakan untuk mereka yang beramal tholeh (kejahatan).
Untuk melayakkan diri ke syurga, seseorang itu mestilah menempuh banyak ujian seperti melaksanakan suruhan Allah dan rasul serta menjauhi laranganNya. Kesemua ini memerlukan semangat dan kekuatan yang bermula dari keimanan kepada Allah. Sudah tentu untuk mengerjakan solat, puasa, haji dan amal kebajikan lain amat payah kecuali bagi mereka yang beriman. Sebab itulah Nabi mengatakan jalan ke syurga penuh dengan kesusahan.





Bukan mudah untuk masuk ke syurga. Kita kena bermujahadah atau berjuang melawan nafsu untuk melakukan kebaikan. Syaitan dan nafsu memang menyuruh kita berbuat kejahatan dan tidak menggalakkan kita melakukan kebajikan. Jika kita turutkan kehendak syaitan sudah tentu kita tidak mampu melakukan sebarang kebajikan.
Sebaliknya jalan ke neraka amat mudah kerana dikelilingi dengan kehendak syahwat. Semua manusia memang cenderung mengikut kehendak nafsu dan syahwat. Syaitan pula sentiasa mendorong manusia mengikut hawa nafsu. Amat mudah melakukan kejahatan.
Nah, di depan kita terbentang dua jalan. Terpulang kepada kita jalan mana untuk diikuti. Tepuk dada dan tanyakan iman - bukan tanya selera yang memang suka kepada nafsu.
Betapa tak susah masuk syurga? Dalam satu keterangan dinyatakan: orang jahil semuanya binasa kecuali yang berilmu. Orang berilmu semuanya binasa kecuali yang beramal. Orang beramal semuanya binasa kecuali yang ikhlas. Untuk mencapai darjah keikhlasan perlu banyak berjuang. Ibarat mendaki bukit yang tinggi, hanya orang yang lasak saja berjaya sampai ke mercu.
Kebahagiaan di dunia belum menjadi pasport untuk ke syurga. Malahan adalah menjadi kesalahan jika kekayaan yang didapati tidak diperolehi dan dibelanjakan secara Islamik.
Semua manusia inginkan hidup senang. Kesenangan di dunia hanya sementara manakala kesenangan akhirat kekal abadi. Orang yang bijak sudah tentu memilih kesenangan yang hakiki bukan yang bersifat sementara. Hanya orang yang cetek akal saja memilih kesenangan dunia dan mengenepikan kesenangan akhirat.
Syaitan selalu membisikkan kepada kita tentang amal kita yang banyak walaupun baru sikit benar. Kita gembira apabila dipuji manusia. Timbul rasa ujub dan riak yang memusnahkan pahala. Kita tak perasan kita sebenarnya berdosa sebaliknya menyangka kita masih beramal soleh. Kita mesti mengawas dari serangan penyakit batin seperti ria, ujub, bongkak, sombong, dengki yang kesemuanya merosakkan amalan. Di sini peranan ilmu tasauf yang perlu kita pelajari dan dalami.
Perlu kita ketahui sebelum kita melakukan sebarang ketaatan, Allah sudah terlebih dulu mendahului dan mengingati kita. Kalau Allah tak gerakkan kita untuk beramal, kita tak akan beramal. Ini maknanya Allah mendahului kita. Jangan sangka kita yang beramal, sebenarnya Allah menggerakkan kita beramal. Jadi soal pahala tak timbul. Sepatutnya kita bersyukur kerana Allah gerakkan kita beramal.
Bagaimana kita mahu mendabik dada tentang amalan kita? Saidina Ali yang sudah dijamin masuk syurga pun mengeluh kerana bimbang kurang amalan sedangkan perjalanan ke syurga amat jauh. Saidina Ali memang terkenal dengan zuhud dan banyaknya melakukan amal ibadat. Bagaimana dengan diri kita? Saidina Ali Menggigil mengenangkan bekalan yang sikit untuk perjalanan ke akhirat yang jauh.
Kesimpulannya kita terpaksa mengharung kesusahan mencari ilmu akhirat serta mengamalkannya. Kesusahan dalam hal akhirat adalah rahmat. Dengan kesusahan ini Allah mengampun dan meninggikan darjat kita. Dunia bukan tempat bersenang-lenang. Kesenangan hanya di akhirat. Seseorang tidak diberi pahala jika tidak bersusah-payah menempuh dugaan dan cabaran.
Ingat sekali lagi pesanan Nabi saw "Jalan ke Syurga dikelilingi dengan kepayahan. Jalan ke Neraka pula dikelilingi dengan nafsu dan syahwat." Oleh itu, utamakanlah kepayahan kerana itu jalan ke syurga. Jauhilah kesenangan berbentuk nafsu syahwat kerana itu jalan ke neraka.
Wallahu 'Alam. .

»»  READMORE...

sesibuk apapun....jangan pernah jauh dari Allah

0 comments
akhir-akhir ini aku dibelenggu kesibukan.......banyak hal yang aku harus siapkan dalam beberapa minggu ini, tugas tugas kuliah, tugas da'wah, masalah keluarga, masalh pribadi, masalah organisasi.....

Ya Allah jagalah aku dalam setiap langkahku dan ridhoilah segala amalanku. jangan biarkan aku melupakan-Mu karna kesibukan ini

semoga Allah memudahkan segalanya......
»»  READMORE...

Wednesday, February 25, 2009

Hatiku....milik siapa...?

0 comments



hatiku.....

entah mengapa akhir-akhir ini hatiku dibelenggu sesuatu....dan aku tak tau apa itu, perasaan ini tak tentu

lagi lagi aku bertanya mengapa hatiku...kenapa tak setenang dulu, sedamai waktu itu. disaat Ayat-ayat suci itu selalu membasahi bibir ini di setiap waktu. kucoba untuk merenung dikeheningan malam mencari jawaban dari setiap kegelisahanku...mencari tafsiran dari setiap mimpiku

Ya Allah aku titipkan Hati ini hanya Pada-Mu....tetapkan aku di jalanMu karna engkau sang pemilik hati ini dan engkau yang membolak-balikan hati ini.....



tetapkanlah hatiku dalam agamamu.....jagalah hatiku ya Allah

»»  READMORE...

Sunday, February 15, 2009

0 comments
Sholat Dhuha hukumnya sunah muakkad. Oleh karenanya, siapa saja yg ingin memperoleh pahala dan keutamaannya silahkan mengerjakan dan tidaklah berdosa apabila meninggalkannya. Namun Rasulullah saw senantiasa mengerjakan sholat Dhuha.
Rasulullah adalah teladan utama dalam segala hal. Beliau tidak akan mewasiatkan atau memerintahkan sesuatu sebelum mengerjakannya. Demikian pula dengan sholat Dhuha.
Menunaikan sholat Dhuha selain sebagai wujud kepatuhan kepada ALLAH dan Rasul-NYA, juga sebagai perwujudan syukur dan takwa kepada kepada ALLAH karena ALLAH Maha Hikmah. Apapun amal ibadah yang disyariatkan akan mengandung banyak keutamaan dan hikmah.Dan di antara keutamaan dan hikmah dari sholat Dhuha adalah sebagai berikut :

1. Sholat Dhuha adalah Sedekah
Rasulullah bersabda,
Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat.(HR. Muslim dari Abu Dzar)
Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya, “Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi ALLAH?” Nabi berkata, “Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat.”(HR. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah)
2. Sholat Dhuha sebagai Investasi Amal Cadangan
Sholat adalah amal yang pertama kali diperhitungkan pada hari Kiamat. Sholat juga merupakan kunci semua amal kebaikan. Sholat sunah -termasuk- sholat Dhuha merupakan investasi atau amal cadangan yg dapat menyempurnakan sholat fardhu (wajib).
Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka ALLAH berfirman, “Perhatikanlah, jikalau hamba-KU mempunyai sholat sunah maka sempurnakanlah dengan sholat sunahnya sekedar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.”(HR. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)
3. Ghanimah (Keuntungan) Yang Besar
Rasulullah bersabda,
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, ia berkata, “Rasulullah saw mengirim pasukan perang. Lalu pasukan itu mendapatkan harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali (dari medan perang). Orang-orang pun (ramai) memperbincangkan cepat selesainya perang, banyaknya harta rampasan, dan cepat kembalinya mereka. Makam Rasulullah saw bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan cepat kembali (dari meda perang)? (Yaitu) orang yang berwudhu kemudian menuju masjid untuk mengerjakan sholat sunah Dhuha. Dialah yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan lebih cepat kembalinya.”(HR. Ahmad)
4. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya
Orang yang gemar melaksanakan sholat Dhuha karena ALLAH, akan dberikan kelapangan rezeki oleh ALLAH. Rasulullah saw menjelaskan daam hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa ALLAH berfirman:
Wahai anak Adam, rukulah (sholatlah) karena AKU pada awal siang (sholat Dhuha) emapt rakaat, maka AKU akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore.(HR. Tirmidzi)
5. Pahala Haji dan Umrah
Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang sholat Shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk ALLAH sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.(HR. Tirmidzi)
6. Diampuni Semua Dosanya Walau Sebanyak Buih di Laut
Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
7. Istana di Surga
ALLAH akan membangun istana di surga bagi orang yang gemar sholat Dhuha. Rasulullah bersabda,
Barangsiapa shalat Dhuha dua belas rakaat, maka ALLAH akan membangun istana dari emas di surga.(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Demikian beberapa keutamaan dan hikmah dari sholat Dhuha yang diambil dari hadits. Semoga menjadi motivas bagi kita semua agar lebih memperhatikan sholat Dhuha dan membiasakan sholat Dhuha.
»»  READMORE...

Friday, February 13, 2009

CanTik beluM TenTu sehAt TapI seHat sudah PasTi Cantik

0 comments
Mau punya kulit sehat ikutin tips ini:

Punya kulit sehat indah dan bebas stres ternyata sangat mudah! Semua perempuan pasti ingin memiliki kulit indah dan sehat. Tapi biasanya kita justru sering lupa merawatnya, dan baru sadar saat kondisi kulit sudah bermasalah. Padahal perawatan kulit relatif mudah dan murah. Mengenali apa yang harus dilakukan dan dihindari pasti bisa bikin kulit kita sehat berseri.

mungkin kita tidak sadar kalau kulit punya banyak musuh, seperti asap rokok, minuman beralkohol dan stress yang bisa merusak kesehatan kulit kita. Bahkan sinar matahari di siang hari juga musuh utama kulit kita.

Sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang sangat berbahaya bagi kulit , saat itu sinar ultra violet sedang jahat- jahatnya! sinar tersebut bisa merusak kolagen (protein yang bertugas menjaga kulit tetap elastik dan kenyal) yang menunjang jaringan kulit sehingga kulit lebih cepat keriput.

Kalaupun anda harus berada sering di luar ruangan untuk waktu lama, rajin-rajinlah menggunakan lotion yang mengandung tabir surya, pilihan lainnya adalah menggunakan baju lengan panjang, topi lebar, serta membawa payung.

Perokok aktif dan pasif memiliki resiko yang sama terhadap kerusakan kulit. Zat benzopyrene dari asap rokok akan ‘menghisap’ vitamin C dalam tubuh kita sehingga kolagen jadi tercemar. Akhirnya timbul kerutan pada kulit terutama daerah wajah.

Sementara mengonsumsi alkohol dapat menghilangkan persediaan vitamin B serta mengurangi cadangan vitamin C pada tubuh.

Solusi paling pas adalah dengan menjauhi tempat-tempat yang penuh asap rokok, tempat ngumpul teman-teman kita yang perokok sembarangan. Lagipula bukan saja kulit yang terancam, kesehatan paru-paru juga ikut terancam.

Memiliki segudang kesibukan bukan berarti lupa merawat tubuh. Kulit juga harus istirahat setelah ‘tersiksa’ oleh produk kecantikan, polusi, dan debu tiap hari.
Usahakan beristirahat total pada malam hari karena setiap malam kulit tubuh mengalami pengeluasan secara alami. Sel-sel kulit baru akan mendorong sel-sel kulit mati muncul ke permukaan hingga terkelupas sendiri.

Tapi jangan hanya mengandalakan pengelupasan alami ini saja. Kita bisa membantu mempercepat dengan melakukan peeling wajah dan scrubing, minimal sebulan sekali. kalau malas ke salon, kita bisa membeli produk peling atau lulur mandi yang banyak dijual di toko kosmetik.

Sebelum melakukan ritual pengelupasan, kita harus lebih dulu membersihkan tubuh serta wajah. gosokan produk peeling dan scrubing tadi pada kulit dengan gerakan memutar secara merata. biarkan hingga setengah kering (kira-kira 10-15 menit) dan bersihkan dengan air. Hasil perawatan kulit ini akan lebih maksimal kalau dilanjutkan penggunaan masker yang akan melembabkan kondisi kulit kita.

»»  READMORE...

Thursday, January 22, 2009

jangan pernah tinggalkan sholat.......

0 comments


Rashid melipat sejadah. Dia baru saja menunaikan solat Asar berimamkan bapa mertuanya, Haji Sarip. Sudah tiga hari dia bercuti di kampung. Esok dia harus memulakan tugas seperti biasa. Setelah bersalaman dengan ibu dan bapa mertua. Rashid dan isterinya, Zakiah meminta diri untuk pulang.

Tidak lama kemudian, kereta Wira Aeroback yang dipandu meluncur di jalan raya. Perjalanan dijadualkan akan mengambil masa lebih 2 jam..Bersama dengan isteri yang dikahwininya dua tahun yang lalu. Mungkin belum rezeki, mereka belum dikurniakan cahaya mata.

Rashid tidak memikirkan sangat soal zuriat kerana perkahwinan mereka masih muda. Lagipun mereka berdua sama-sama bekerja. Cadangnya setelah ekonomi mereka kukuh sedikit, barulah merancang untuk menerima cahaya mata.

Hampir sejam berlau, Rashid membelok memasuki lebuhraya. Bahang matahari sudah mengendur. Keremangan petang membuatkan cuaca lebih nyaman. Ketika mengerling ke wajah isterinya, Rashid tersenyum. Zakiah sudah terlena.
Rashid menghidupkan radio. Mendengar lagu untuk mengatasi perasaan mengantuk. Ketika jam menunjukkan pukul 7:30 malam, Zakiah membuka mata.
Dilirik wajah suaminya sepintas lalu. Sudah masuk waktu Maghrib. Kalau tidak dingatkan, pasti suaminya tidak akan berhenti untuk menunaikan solat Maghrib.

"Dah Maghrib, bang. Berhenti sekejap." Wajah Rashid kelihatan keruh.
Membayangkan perasaan kurang senang mendengar permintaan isterinya. Zakiah sedia maklum. Suaminya bukan sembahyang sepanjang waktu. Hanya di depan kedua orang tuanya. Malahan di depan orang tuanya sendiri, Rashid tidak pernah sembahyang. Zakiah kesal dengan sikap suaminya, sudah puas dia memberikan nasihat tetapi langsung tidak mempan.

Beberapa kilometer kemudian, Rashid membelok masuk ke tempat rehat. Zakiah kurang yakin suaminya akan turut sama menunaikan solat Mahgrib. Selalunya Rashid lebih rela menunggu di dalam kereta Atau membasahkan tekak di medan selera. Tempat rehat kelihatan sesak dengan kenderaan.

Rashid tidak menemui ruang untuk memarkir kereta. Dia Menghentikan kereta, meminta Zakiah turun.

"Abang tak turun sekali?" tanya Zakiah penuh harapan.
"Kiah pergilah... abang tunggu kat sini. Tak ada parking," jawab Rashid mudah. Sepeninggalan Zakiah yang turun bersama beg berisi telekung, Rashid memejamkan mata. Tempat parking masih penuh. Dia terlelap seketika, terjaga semula sewaktu Zakiah membuka pintu kereta. Perjalanan diteruskan.

"Abang tidur?" tegur Zakiah.
"Ha... terlelap sekejap. Letih rasa badan ni."
"Kalau abang letih, biar Kiah bawak."
"Tak apa... kalau tak tahan sangat Kiah bawaklah nanti." Zakiah tidak membantah. Lagipun dia sendiri terasa penat. Hujan mulai turun membasahi jalan. Rashid memperlahankan kereta. Memandu dalam keadaan jalan licin mengundang risiko. Namun malang tidak berbau. Rashid sudah berhati-hati tetapi ada pemandu lain yang kurang memikirkan keselamatan diri dan orang lain. Secara tiba-tiba Rashid merasakan sesuatu merempuh bahagian belakang keretanya. Dentuman yang amat kuat kedengaran. Serentak dengan itu kereta yang dipandunya melambung sebelum menghempas jalan dengan bahagian atas ke bawah.

Apabila sudah menyedari apa yang sebenarnya berlaku, Rashid berusaha keluar. Namun kakinya tersepit sedangkan Zakiah di sebelahnya tidak sedarkan diri.

"Ya Allah... selamatkan kami... " bisiknya perlahan. Terasa mukanya basah, darah merah mengalir. Orang ramai datang membantu. Mengeluarkan Zakiah terlebih dulu. Kemudian giliran Rashid tetapi usaha mereka gagal kerana kaki Rashid tersepit.
"Tersepit... tak boleh tarik... Kena tunggu bantuan. Kita bawa dulu yang perempuan ke hospital." Rashid berdoa dan berdoa tanya henti agar Allah S.W.T menyelamatkan Zakiah dan dirinya.

"Bertahan, encik. Kami sudah memanggil bomba!" Anehnya Rashid tidak merasakan kesakitan yang sewajarnya. Boleh dikatakan kakinya tidak terasa dihimpit oleh sesuatu. Namun dia gagal untuk menggerakkannya.

"Tolong saya, encik... " pinta Rashid dengan nada sayu.
"Mengucap... cik... berdoa kepada Allah... cik akan selamat."
"Sabar encik... tak lama lagi pasukan penyelamat akan sampai." Kata-kata memberi semangat silih berganti menusuk telinganya.Dengan keremangan malam, Rashid melihat begitu ramai yang mahu membantu.Syukur. Pandangannya tertunpu pada seorang lelaki yang memakai jubah serba putih. Berserban dan berjanggut lebat. Kelihatan mulutnya terkumat-kamit sambil tangannya memegang tasbih.
"Ya Allah... selamatkanlah aku... "

Bunyi siren agak melegakan Rashid. Bantuan sudah tiba.Pasukan bomba dengan tangkas mengeluarkan alat kelengkapan untuk mebebaskan Rashid dari himpitan. Beberapa minit berlalu, kemudian suasana menjadi sunyi apabila salah seorang anggota bomba bersuara.
"Kakinya tak tersepit apa-apa. Pelik... kenapa tak boleh keluar?" Usaha untuk mengeluarkan Rashid terhenti. Semua yang ada di situ kebingungan. Mereka tidak mampu menarik Rashid keluar, sedangkan tidak ada apa-apa yang menghimpitnya.
Rashid sendiri kebingungan. Bencana apa yang sedang menimpanya. "Ini bukan kerja manusia macam kita... kena panggil orang yang tahu... "
terdengar sebuat pendapat. Rashid semakin gementar. Doanya tidak putus-putus. Ketika mulutnya terkumat-kamit berdoa, tiba-tiba dia merasakan seseorang berjongkok di sebelahnya. Rashid berpaling, agak tersentak melihat lelaki berjubah tadi berada di sebelahnya.

"Tuan... tolong saya tuan... "
"Saya tak boleh menolong, Yang Berkuasa hanyalah Allah Taala... "
"Saya tak berhenti berdoa, tuan. Tolonglah saya, tuan... "
"Kamu berdoa kepada siapa?" Rashid terdiam. Aneh bunyi pertanyaan lelaki itu. Dalam keadaan cemas begitu, Rashid merasakan bukan tempatnya untuk bergurau. Apatah lagi lelaki itu kelihatan seperti orang alim.
"Sudah tentulah pada Allah."
"Tetapi Allah bukanlah Tuhan kamu!"

Rashid tidak mampu hendak menggerakkan sebarang anggota. Kalau tidak, sudah pasti dia akan mengerjakan lelaki itu. Nampak saja alim, tetapi bercakap seperti orang yang tidak berilmu.

"Bukankah selama ini kamu tak pernah menyembah Allah. Kamu hanya mendirikan sembahyang di depan mentua kamu. Sedangkan di belakang mereka, kamu tidak pernah ingat pada Allah. Tidakkah kamu malu meminta pertolongan dari Allah.
Kenapa kamu tidak meminta pertolongan dari mentua kamu!" Tenggorok Rashid terasa amat kering. Dia ingin bersuara, memohon ampun atas kesilapannya selama ini, tetapi tidak ada suara yang keluar.

Lelaki berjubah itu hanya tersenyum, kemudian bangun dan meninggalkan Rashid. Rashid berusaha untuk memanggil, ingin memaklumkan bahawa dia menyesal tetapi mulutnya tidak mampu lagi dibuka. Sedangkan kesakitan mula terasa.Sesuatu yang amat berat menghimpit sehingga dia tidak mampu bernafas. Rashid cuba meronta tetapi usahanya hanya sia-sia. Tidak lama kemudian dia tidak sedarkan diri.

"Abang... bang! Abang!!"

Perlahan Rashid membuka mata. Wajah isterinya memenuhi pandangan. Syukurlah isterinya selamat. Rashid memanjatkan kesyukuran di dalam hati. Akhirnya mereka mampu keluar dari bencana.

"Sedapnya tidur... naik serak suara Kiah mengejutkan abang... "

Tidur? Rashid terpinga-pinga. Segera dia memandang sekeliling. Ya Allah!
Dia masih berada di tempat rehat.

"Kiah tunggu sekejap... abang nak solat Mahgrib!" kata Rashid sambil terkocoh-kocoh membuka pintu kereta. Zakiah tercengang, senyuman merekah di bibirnya.

Anas menceritakan beliau mendengar Rasulullah S.W.T bersabda :- "ALLAH
S.W.T BERFIRMAN : AKU TANGGUHKAN MALAPETAKA YANG SEHARUSNYA DITIMPA KE ATAS
SESUATU DAERAH APABILA AKU LIHAT DI SITU ADA ORANG YANG KERAP KE MASJID,
KASIH ANTARA SATU SAMA LAIN DEMI KEPENTINGAN DAN BERSEDIA MEMOHON AMPUN
PADA WAKTU TENGAH MALAM".



dikutip dari cerita Sahabatkoe.....


»»  READMORE...

Tuesday, January 20, 2009

free palestine.........

0 comments


We will not go down

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

»»  READMORE...

MuhammadTaha al-Junayd....

0 comments
suara merdu syaikh kecil.....sungguh menggugah jiwa.............

»»  READMORE...

Saturday, January 17, 2009

0 comments

Alhamdulillah acara scienctific conference ke 4 berjalan dengan baik.......banyak peserta dari indonesia dan luar UKM juga, mahasiswa UKM tentunya yang mendominasi. dari jam 8.00 pagi sampe deket2 magrib, tahun ini peserta lebih banyak dibanding tahun kemarn..............subhanallah aku bersyukur dan juga memang benar " kalau kita mengerjakan sesuatu karna Allah pasti pertolongan Allah sangat dekat", padahal panitia bisa dikatakan sedikit sekali untuk membuat suatu acara conference seperti ini, tiada kesemua pengurus PPI turun ke lapangan......ya itu...itu aja....ungkapan yang lumrah. dia lagi ...di lagi, tapi bersyukur karna itu juga kita di pereratkan seolah-olah seperti saudara-saudara sendiri.

subhanallah kawan-kawan dan abang-abang yang selalu konsisten dengan kerja-kerja PPI, walaupun banyak waktu yang harus mereka korbankan, banyak hal-hal pribadi yang mereka ketepikan dan yang paling parah lagi korban perasaan yang harus mereka rasakan...ih betul-betul tak boleh dibayangkan dah cape2 kerja dah banyak korban segala macam...masih juga diprotes. aaaah....tapi semua itu hanya bumbu kehidupan ga lengkap kaykanya kalau setiap apa yang kita kerjakan past ada cobaan-cobaannyaa...
ada pak ketua yang begitu sabar ketika banyak orang yang selalu mnemprotesnya termasuk dikalangan pengurusan sendiri, begitu sopan dan frendly dengan para pengurus yang lain walaupun komunikasi dengan perempuan sangat dibatasi, ada bang afzal temen serumahnya yang begitu terkenal dengan keapikannya dan kerajinannya dalam bekerja, ketelitiannya dalam segalanya, ada bang roma yang "cukup lucu" mungkin akhir2 ini ja kali ya n ga tau kenapa ( mungkin lagi bahagia aja) dan selalu mempunyai semangat yang tinggi untuk membangun anak-anak degree juga lebih islamic dalam memilih sesuatunya, ada pak budi yang begitu akademis dan juga teliti, ada ka ifa yang selalu punya ide yang kongkrit, ka laya yang sedikit bicara tapi banyak kerja dan tetap ceria, ada ka mella dengan sikap keleadershipannya dan kecakapannya dalam membawakan sesuatu acara dan juga sebagai seorang perempuan yang paling aktif di PPI, ada tulus yang selalu tulus bekerja dan sesuai dengan namanya..selalu minta maaf walaupun g apunya salah " ah lucu banget tu anak", zakia yang selalu siapa mengatur konsumsi2 setiap acara kegiatan PPI, ada widy yang kalau kerja gak keliatn tapi tetap bekerja ada izul dan ihsan yang rajin banget bantu kami dalam conference ini, ahhh pokoknya banyak lagi pengurus2 yang ga bs disebut....

tapi aku tetap bersyukur apapun itu, karna dengan pertolongan Allah semua acara berjalan dengan begitu baik bukan karna datoo laily dan pak imran (atase pendidikan KBRI Malaysia) hadir tapi ada satu tamu yang tak diundang dan mengisi acara terseci mengisi acara tersebut dia orang DPR RI...aku lupa namanya.
dan lebih menarik lagi key note speaker kita Dr Warsito. yaitu salah satu "ilmuwan pengubah indonesia"

pak warsito bukan sembarang orang....dia adalah dosen di Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia dan Direktur Pusat Penelitian Tomografi, EdWar Technology Company. Beliau juga dosen/peneliti tamu di Ohio University, USA.

Dr.Warsito telah berkecimpung dalam peneliatian dan pengembangan system tomografi. Hasil penemuannya, Electrical Volumetric Capacitance Tomography (EVCT), telah dikomersilkan. Beliau memperoleh empat paten di bidang teknologi ultra sound dan tomografi.

Dr.Warsito telah menerbitkan lebih dari 90 jurnal internasional dan sebagai editor dan reviewer untuk berbagai jurnal internasional seperti
IEEE Sensors, AIChE Journal, Powder Technology, Journal of Chemical Engineering Japan, Chemical Engineering Science, International Conference on Gas-Liquid/Gas-Liquid-Solid Reactor Engineering, and World Congress on Industrial Process Tomography
.

Dr.Warsito telah dianugrahkan American Institute of Chemist Foundation Outstanding Post-Doctoral Award tahun 2002 dan Ohio State University Outstanding Post-doctoral Award tahun 2001. Beliau juga dinobatkan sebagai salah seorang dari “10 Yang Mengubah Indonesia”, TEMPO, special Issue, 2006.



tapi apapun itu aku bersyukur atas segalanya..

»»  READMORE...

Tuesday, January 13, 2009

0 comments

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi untuk membantu menjaga metabolisme tubuh. Orang dewasa dianjurkan untuk tidur minimal delapan jam sehari. Itu berarti, orang tersebut akan menghabiskan sepertiga waktu hidupnya untuk tidur. Tidur juga merupakan "obat" termurah untuk mengatasi dan mencegah penyakit. Contohnya bila virus influenza menyerang, tidur yang cukup merupakan obat paling manjur. Tak heran seseorang yang kurang tidur, akan mengalami banyak keluhan dan dapat mempengaruhi kinerja pada keesokan harinya. Keluhan yang biasa dialami adalah tubuh terasa "melayang", pusing, lemas tidak produktif, tidak mampu berkonsentrasi, emosi berlebihan bahkan gangguan makan.

Secara medis pun kurang tidur juga dapat menyebabkan kekebalan tubuh berkurang dan rentan terkena penyakit jantung. Itu sebabnya, tidur yang cukup sangat penting bagi setiap orang. Karena pada saat tidur, terjadi proses peremajaan dan pemulihan energi pada tubuh dan otak. Aktivitas otak saat tidur memainkan peranan penting, seperti mengatur fungsi pencernaan, aktivitas jantung dan pembuluh darah serta fungsi kekebalan dalam memberikan energi pada tubuh. Maka pada keesokan harinya tubuh pun akan terasa lebih segar dan mampu meningkatkan kemampuan berkonsentrasi saat bekerja. Patut diingat, setiap orang memiliki durasi tidur yang berbeda-beda, sesuai dengan umurnya. Untuk bayi, biasanya membutuhkan waktu sekitar 16 jam, remaja sekitar 9 jam, sedangkan untuk orang dewasa dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam sehari agar badan selalu segar dan sehat. Walau begitu, tak dapat dipungkiri banyak orang yang merasa cukup dengan waktu tidur kurang dari durasi tersebut.

kurang tidur mempengaruhi kecantikan....

Misalnya, timbulnya lingkaran hitam di sekitar mata dan jerawat yang disebabkan karena pada saat tidur, tanpa disadari saraf-saraf kulit wajah mengeluarkan bakteri dan pada saat bangun tidur kulit muka tampak hitam. Walaupun kecil, namun cukup mengganggu penampilan bukan? Tak hanya kuantitas yang cukup, kualitas tidur juga harus diperhatikan. Perlu disadari, tidur yang tidak lelap atau justru berlebihan pun tidak baik untuk kesehatan. Bila tidur berlebihan, tubuh menyerap atau mengasimiliasi limbah dan uap-uap kotor lagi sehingga saat terbangun bukannya lebih sehat tapi menjadi lemas tak bersemangat.


Ingatlah bahwa dengan tidur cukup, tak hanya kesehatan dan kecantikan yang terjaga, tapi juga dapat menambah umur hidup seseorang.


dari NoVa...........

»»  READMORE...

Sunday, January 4, 2009

aku dan thailand

0 comments

Thailand.....bagiku tempat yang cukup unik yang pernah aku kunjungi tiga tahun lepas, selain bahasa yang sama sekali aku tidak mengerti disanapun ada tradisi yang tiada di negara lain....musik dan tariannya yang khas cukup membuat aku tersenyum menyaksikanya...karena pada waktu itu tepat sekali sedang diadakan satu hari raya buddha yang memang sebagian besar penduduk di negara ini memeluk agama itu...ya aku tau itu karna orang yang mengajakku waktu itu orang thai yang beragama buddha yang sekeligus menjadi partnerku dan itu salah satu mengapa aku datang ke thai bukan sekedar untuk berjalan atau pun bersuka ria tapi ada misi tertentu....misi kerja maksudku (hehehhe).


it's my first experience to get work in malaysia....membawa batu-batu thailand ke malaysia dan membuat beberapa pameran di setiap shoping center, memang cukup melelahkan kerja seperti ini, but it's oke, pengalaman yang aku dapatkan jauh lebih berharga dari kelelahan itu sendiri....dari mulai setiap bulan yang selalu mengunjungi thailand, melalui kelantan dan pattani -i think it is a nice journey- melihat hamparan persawahan dan hembusan angin pagi yang segar yang aku sendiri merasa seolah-olah berada di kampung halaman. selain itu aku juga tau macam2 batu-batu permata yang sebelum aku tidak tau...konon nih katanya bernagai macam deh khasiatnya...tapi jujur aku gak percaya dengan mitos tu walaupun sebetulnya aku harus promosi abis-abisan tentang kelebihan batu permata itu, batu "TIGER EYE" kalau sesiapa yang pakai batu tu boleh kelihatan kharismatik, pemberani dan lawan bakal takut. biasanya banyak pelanggan datin-datin yang memesan batu-batu itu dalam harga ribuan ringgit.

tapi apapun itu hanya sebuah pengalaman....belajar sambil bekerja yang cukup menyenangkan.
»»  READMORE...

Friday, December 26, 2008

0 comments
Novel ini karya Akhyar....untuk perlombaan cerpen di Jakarta

Sudah lama aku ingin datang ke tanah jajahan nenek moyang kami ini. Dari cerita-cerita yang kudengar, katanya negara itu seperti sepetak tanah yang ditanami pohon uang, sangat kaya. Tapi bukan itu fackor utama yang merayu minatku untuk bertualang hingga kesini, melainkan iklim tropisnya yang membuatku dan kebanyakan orang eropa ingin berwisata ke negara yang lazim disebut Indonesia ini.
Di bandara Soekarno Hatta, seturunku dari pesawat, aku terdiam sejenak. Kubiarkan bola mataku meliar memandangi belahan dunia yang satu ini. Setelah lebih 14 jam jasadku terkurung di dalam pesawat yang suhu udaranya nyaris membekukan sekujur tubuhku, kini kunikmati cahaya matahari terik menjilat kulit putihku dan angin segar memainkan rambut ikal pirang sebahuku. Aku seperti sedang merasakan percikan suasana surga yang selama ini kudambakan. Nikmat sekali. Lamunanku buyar ketika Ann, istriku, meneriakkan namaku. Ternyata ia dan putriku tunggalku ,Karen, sudah jauh disana. Terlihat tawa ringan mereka yang lepas. Entah karena mereka merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan, atau menertawakan kelakuanku yang seperti seekor burung baru dilepaskan dari sangkarnya. Terserah.
Di bandara, Rasyid sudah menunggu kedatangan kami sekeluarga. Rasyid teman kuliahku di Wageningen University . Ia muslim yang baik, ramah, dan kocak. Kami sempat bercerita banyak. Mengulas kembali memori-memori lama semasa kami masih kuliah dan tinggal 1 flat. Satu yang paling aku suka darinya, ia tidak pernah tertawa dengan lelucon yang ia buat, padahal aku dan teman-teman yang lain sudah nyaris terkencing karena tertawa oleh lelucon orang Indonesia ini.
“Rafael, berapa kali road block selama di pesawat?” gumamnya pelan dalam bahasa inggris yang tak lepas dari logat Jawa yang kental, disartai senyum tipis di wajahnya tanpa mengurangi konsentrasi mengendarai mobil.
Istri dan anakku juga menilainya seperti itu. Kocak tapi tidak kurang ajar. Di dalam mobil BMW-nya suasana begitu hangat dan ceria sepanjang perjalanan ke rumahnya sore itu.
Sesampai di rumahnya kami disambut hangat oleh keluarganya. Istrinya juga begitu sopan dan ramah. Aku tidak menjabat tangannya mengingat salah satu cerita yang pernah disampaikan beberapa waktu silam bahwa lelaki atau wanita muslim tidak boleh bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan keluarga dekatnya. Sepasang anak remajanya juga tak kalah ramah. Bahasa Inggris mereka bagus. Malam pertamaku berada di Jakarta begitu berkesan. Aku mulai menaruh hati pada negara ini. Dan orang-orangnya.
***
Jakarta ternyata jauh lebih spektakuler adri apa yang pernah terbayang di benakku selama ini. Apa yang kulihat di TV hanyalah potongan-potongan kecil dari Jakarta yang sebenarnya. Setelah 24 tahun tersekat di dalam suramnya dunia yang terlihat dari negaraku, akhirnya aku dapat melangkahkan kaki ke ‘mantan’ ibukota negaraku yang lama, Indonesia. Kalau bukan karena menjadi seorang fotografer sebuah majalah, kurasa aku tidak akan pernah menginjak kota metropolitan ini. Hayalku bermain sejenak ketika aku berdiri di depan Tugu Monas yang kurus tinggi menjulang menusuk awan. Pantas saja Indonesia memilih untuk melepaskan Timor Timur, tanah kelahiranku itu terlalu jauh dari kemewahan dan dan keluarbiasaan yang tengah kunikmati sekarang. Pikirku sepintas lalu.
Lamunanku terpecah ketika sekumpulan orang –sepertinya terdiri dari dua keluarga—melintas tidak jauh dari tempat aku dan tripod kamera SLR-ku berdiri. Empat orang tempatan—sepertinya—dan tiga orang bule. Salah sorang bule perempuan, kusangka ia seumuranku, menyandang kamera SLR juga. Sepertinya dia fotografer atau orang yang menyukai fotografi. Bukan kameranya yang menarik biji mataku hingga melirik lama mengikuti arah perginya, tapi si empunya yang benar-benar menggoda. Cantik, seksi, nyaris sempurna. Kulemparkan senyum ramah ketika ia balas memandangku. Ia sadar sedang kuperhatikan.
Ciiss…
Ia membalas senyumku. Segera kukemasi tripod dan peralatan yang sedari tadi tengah kugunakan untuk menangkap beberapa foto pemandangan dan aktifitas di sekitar Tugu Monas. Kuurungkan niatku menuggu senja di sini. Ada yang lebih menarik dari sekedar tugu korek api sialan ini. Ternyata Jakarta punya banyak pesona dibalik kepadatan penduduk dan pendatangnya. Jakarta memang indah untuk dinikmati.
***
Jakarta rasanya terlalu sulit untuk kulupakan. Bukan saja tempat dan suasanyanya yang berbeda jauh dengan tanah kelahirannku, tapi orang-orang yang yang kutemui juga. Unik. Dari Tuan Rasyid teman ayahku, kemudian anggota keluarganya, dan pria tadi. Tadi ketika ayah, ibu, dan Tuan Rasyid sekeluarga bersepakat untuk melepas lelah di salah satu sudut taman di sekitar monument nasional Indonesia itu, aku memilih untuk memisahkan diri. Alasannya berkeliling sambil mengambil beberapa foto di sekitar sini. Padahal bukan itu yang kuincar, melainkan seorang lelaki yang melemparkan senyum kepadaku beberapa saat lalu. Sang fotografer berkulit hitam.
Lelah otot mataku bergerak, mencari keberadaan pria berkulit hitam itu. Kulanjutkan langkahku menuju kerumunan orang di sudut yang lain, berharap akan menemukannya. “Kemana dia?” gumamku dalam hati. Sesekali kutoleh juga ke belakang, namun sosok yang kucari belum kelihatan. Aku berdiri sejenak. Aku tahu dia sedang memperhatikanku. Kukeraskan tubuhku, kupejamkan mataku, lalu kumainkan perasaanku. Ada bunyi langkah yang mendekatiku. Di belakang. Agak tergesa, namun tiba-tiba berhenti. Benar, itu dia. Kupalingkan kepalaku ke arahnya sambil membuka mata dan melepas tawa ringan. Melalui sebuah lensa kamera SLR, sang fotografer berkulit hitam mengekerku.
Click… Dapat.
***
Pikiranku sudah mulai tak nyaman. Beberapa firasat muncul di benakku. Sudah lebih setengah jam kami ditinggalkannya, tapi ia belum kembali juga.
“Biarkan Karen menikmati kota Jakarta untuk sesaat…” Aku tak tahu apa Rafael benar-benar bertidak takut akan anaknya yang tak kunjung kembali, atau hanya menghibur diri. Dari raut wajahnya, Ann , sudah terlihat sedikit risau. Matanya sudah mulai liar menerawang, seperti ayam betina yang kehilangan anaknya.
“Lebih baik kita mencarinya. Hari sudah menjelang senja.” Usulku disambut tanpa bantahan. Semua beredar. Istri dan putriku kuperintahkan tetap di tempat. Yang lain kuminta langsung kembali ke tempat ini begitu menemukan Karen. Nanti istriku akan langsung menghubungiku.
Dalam langkah benakku tak berhenti berkata. Ini Jakarta, bukan Amsterdam. Tingkat kriminalnya tinggi, kasus pemerkosaan dan sex bebas sudah menjadi hal lumrah, dan yang paling aku takut Rafael harus kehilangan anaknya di tempat ini. Betapa malunya aku menjadi orang Indonesia, Jakarta tepatnya, kalau semua ini benar-benar terjadi. Astaghfirullah…
Sudah lebih 15 menit aku mencarinya, tapi tetap tiada hasil. Tiba-tiba istriku menelpon.
“Ayah, Karen sudah disini,” seketika kecemasan yang tadi mengusai, menguap. Hatiku lega.
Disana ada seseorang yang tidak kukenal. Kudekati perlahan, seorang pria berkulit hitam dengan kamera SLR tersangkut di lehernya. Refael, Ann, dan Rahman putraku juga sudah disana. Kupercapat langkahku menuju kesana.
“Tomas,” ujarnya tegas memperkenalkan diri padaku sambil menjabat tangan.
“Rasyid.” Mataku tertuju pada sebuah salib besi putih yang digantung di lehernya.
Aku tidak sempat berbicara banyak dengan Tomas, Ia lebih banyak berbicara dengan Karen. Lagipula kami semua harus segera kembali ke rumah. Tak lama lagi azan maghrib. Sebelum berpisah, Tomas sempat menyalamiku sekali lagi. Sehelai kartu nama diberikan pada Karen. Sepertinya Ia tertarik pada Karen, terlebih mereka punya pekerjaan yang sama, Jurnalis.
***
Seorang pemuda berkulit hitam membuka pintu lobi dan bergerak menuju meja resepsionis. Seorang bule cantik berkulit putih mulus—kusangka seumurannya juga—mengikuti di belakangnya.
“Selamat malam. Tolong berikan sebuah double room untuk kami,” sapanya dalam bahsa inggris yang lumayan.
Kubuka database hotel ini melalui seperangkat alat canggih yang di namakan komputer. Kusodorkan beberapa pilihan yang tersedia. Ia pun memilih dengan segera, tanpa terlalu mempertimbangkan. Sepertinya sudah kesetanan oleh nafsunya.
“Maaf, ada membawa surat nikah?” Ia kelihatan kalang kabut begitu pertanyaan itu kulemparkan. Ia berbisik pada ‘nyonyanya’ yang sedari tadi hanya melongok kesana kemari menunggu sang tuan berkulit hitam mendapatkan kunci sebuah kamar di hotel berbintang empat ini.
Sebelum ia angkat bicara lagi, aku segera menjelaskan. “Ada bayaran ekstra 50% untuk pasangan yang belum menikah atau yang tidak membawa surat nikah.” Sang tamu yang terhormat mengangguk setuju. Segera kuselesaikan registrasi mereka, lalu kuberikan sebuah kunci padanya.
Inilah Jakarta. Aku sungguh bangga menjadi rakyatnya. Pintu uang ada dimana-mana, asalkan berani mencoba. Perkara salah benar, itu nomor sekian. Yang penting dompetku tebal. Selamat bersenang-senang kawan. Terimah kasih atas ekstra 50%-nya. Semoga semakin banyak orang seperti kalian yang datang ke hotel ini ketika aku menjadi resepsionis, lumayan untuk jajan sekolah anak-anakku.
***
Tiga bulan kemudian.
Aku semakin tertekan dengan studiku. Tidak lama lagi Ujian Nasional menantiku dan anak-anak sebayaku yang duduk di bangku kelas 3 SMA. Mungkin karena didikan orang tua untuk serius dalam pendidikan agar aku bisa seperti Ayah. Aku ingat kata-kata Ayah, kalau ingin melihat bangsa kita maju, jangan berharap orang lain yang melakukannya, harus kita sendiri yang melakukannya.
Aku sedang bergulat dengan angka-angka dan rumus matematika, tiba-tiba telepon di sebelahku berdering. Segera kuraih benda itu.
“Selamat malam. Saya Rafael. Tuan Rasyid ada?” kuserahkan telefon itu pada Ayah. Kulanjutkan belajarku, tapi telingaku tak bisa lepas dari percakapan di sebelahku. Ternyata bule yang tiga bulan lalu datang ke rumahku itu.
“Astaghfirullah” kalimat itu terlontar panjang setelah Ayah terdiam lama menyimak lawan bicaranya bercakap panjang. Wajah Ayah pun menunjukkan angin tak sedap. Sepertinya ada berita buruk. Kusimak setiap patah kata, ternyata memang benar. Intinya Karen, anak si bule telah kehilangan keperawanannya. Ayah terlihat begitu prihatin mendengar kejadian itu. Yang lebih parahnya, semua itu terjadi di Jakarta. Pasti ayah merasa sangat malu pada kerabatnya itu.
Kini aku semakin mengerti dengan Jakarta. Dulu kupikir betapa bangganya aku lahir dan dibesarkan di Jakarta, sebuah tanah Ibukota negara yang serba ada. Tempat dimana semua aktifitas besar berpusat dan semua hal berkembang dengan pesat. Tapi dibalik itu semua, ada jutaan noda hitam yang tersembunyi dibalik megahnya kota Jakarta.
***
Jakarta
Kubayar mahal kau untuk sebuah kunjungan
Tapi kau rampas hartaku yang paling berharga
***
Jakarta
Aku percaya kau memang surga
Kau siapkan seorang bidadari untukku disana
Untuk sebuah kepuasan seks dalam semalam

***
Jakarta
Kau memang fatamorgana yang menipu
Kupikir kau susu, tapi ternyata kau tuba
***
Jakarta
Mau kubawa kemana mukaku?
Kau permalukan aku di depan sahabatku
***
Jakarta
Inilah duniaku
Dimana uang bisa didapat dengan modal nyali berbelok ke kiri
***
Jakarta
Menjadi wargamu, aku tidak patut bangga
»»  READMORE...

Monday, November 17, 2008

OoooO D!a 0rang Jep@ng.....

0 comments
langit sudah mendung ketika aku turun dari putra LRT kelana jaya....seperti biasa pasar seni tak pernah sepi dari aktivitas manusia mencari sesuap nasi. aku sedikit berlari ketika gerimis terasa ketika membasahi kulitku....menuju perhentian bas, tapi sayangnya kakiku tak cukup pantas mengalahkan derasnya hujan turun, segera kucari tempat berteduh. Alhamdulillah ....gumamku akhirnya aku bisa berteduh juga dipasar budaya ini. walaupun tak sampai ke tempat tujuanku yaitu perhentian bas 30, bas yang akan menghantarku menuju rumah pak cik ku. tapi tak mengapa ini pun sudah oke....pikirku

jam ditanganku menunjukan 1.35, rencana untuk shalat dirumah akhirnya kuurungkan, aku segera berlari ketingkat atas untuk menuju mushola. bagiku tempat ini cukup familiar karna bukan satu atupun dua kali aku mengunjunginya, jadi aku lebih hafal tempat ini. seperti biasa pula pasar seni dengan berbagai kebudayaannya bukan saja dari malaysia bahkan kebudayaan dari Indonesiapun turut mewarnai tempat yang sering kali jadi kunjungan pelancong-pelancong asing.

aku melipat sajadahku sambil kulirik hujan yang turun diluar...."deras gumamku. aku terpaksa menunggu disurau hingga hujan sedikit reda. hanya ada aku, seorang mak cik yang cukup umur dan seorang gadis yang masih khusuk dalam shalatnya.....---tak kuhiraukan semuanya hanya senyuman kecil aku persembahkan pada mereka dan sekejap saja aku terlena dengan tilawahku....

tiba-tiba kurasakan seseorang mendekatiku...dia mengulurkan tangannya dengan senyuman dibibir kecilnya, pantas aku menyambutnya. dan seketika aku berhenti dari tilawahku..."gadis itu Cantik sekali"....Subhanallah......hatiku bergumam aku teringat seseorang...tapi siapa ya,yang jelas bukan orang malay, kucoba bongkar apa yang ada di minda ku ....sekali lagi apa ya...betul-betul aku lupa.

gadis itu mulai memulakan kata =======
Salamalaikum..are U malaysian? tanyanya............not I'M indonesian---tetap bangga jadi orang indonesia walaupun banyak orang yang mengira aku malaysian
perbincangan kami cukup lama dengan obrolan kesana kemari hingga hujan cukup reda dan cukup akrab dan akhirnya aku tahu kalau dia adalah orang jepang............ya japannes, aku hanya terkejut her english very fluent....bukannya kalau orang jepang ga suka bahasa enggrish *tak habis fikir... tapi teryata dia cukup lama tinggal di malay jadi sudah bs menyesuaikan.....

aku sedikit mempraktekan bahasa jepang ku dengan gadis yang kukira lebih muda dariku....teryata umurnya sudah mencecah 30...betul-betul baby face.

banyak pengalaman yang kudapat darinya....sampai rumah aku ingat teryata "yukira" mirip dengan hana ya hana di film heaven tree.....





»»  READMORE...

Sunday, November 16, 2008

Renungan jalan kehidupan

0 comments
aku meminta kekuatan....
dan Allah memberiku kesukaran untuk membuatku lebih kuat
aku meminta kesejahteraan dan kemakmuran....
dan Allah memberiku otak dan otot untuk berfikir dan bekerja
aku meminta kebijaksanaan dan kemandirian.....
dan Allah memberiku masalah untuk diselesaikan
aku meminta keberanian.....
dan Allah memberiku rintangan untuk diselesaikan
aku meminta cinta dn kasih sayang
dan Allah mempertemukanku dengan orang yang kesusahan untuk ditolong
aku meminta keadilan......
dan Allah memberiku perbedaan untuk diselesaikan dengan saling menghargai dan memberi
aku meminta kesuksesan dan kebaikan....
dan Allah memberiku kesempatan dan peluang
aku meminta kebahagian dan kedamaian jiwa.....
dan Allah memberiku kitab suci untuk resep kehidupan

Teryata aku tidak menerima apa yang aku minta
tetapi aku menerima apa aku perlukan

kini aku bersyukur dapat memahami makna hidup
hidup yang harus dilalui tanpa rasa takut berupaya dan berdoa
hadapilah rintangan dengan kesabaran dan berserah diri

hidup ditengah badai dan rintangan
hendaklah memiliki akar dan prinsip kehidupan yang benar
setiapa usaha kebaikan akan menemui jalan keluar

carilah hikmah disetiap peristiwa yang telah dilalui
raihlah sukses dengan kerja ikhlas, mawas,tuntas, selaras, kualitas...insyaAllah Allah meridhoi .....

ahsanunnadia
»»  READMORE...
0 comments
Hai...Rai
apa kabar dirimu sudah lama tak mendengar kabar darimu....aku berharap imammu masih seperti dulu....sekuat semangatmu.....menghafal ayat-ayat kalam Allah....satu demi satu, sehingga kamu fahami ayat demi ayat.....gmn hafalanmu sekarang? aku ingat ketika kamu berulang kali menghafal halaman yang sama...ustaz memarahimu berulang kali, tapi ketika itu aku yakin takan ada airmata yang mengalir. karna aku tau kamu seorang yang tegar. dipesantren impian kita, dipedalaman yang betul-betul terpencil yang tiada satu orangpun tau siapa kita. kita bertiga mewarnai hari-hari dengan ayat suci tak ada kata bosan ketika itu, kita begitu menikmati mimpi kita. kita bermimpi sama-sama menjadi "hafizah"

kamu ingat itu.....
kamu tau aku rindu suasana itu....

sahabatmu
Ismah


aku tersenyum ketika membaca emailmu sambil kuusap airmata yang mengalir dipipiku....kalau kamu tau akupun rindu...rindu sekali...lebih-lebih rindu pada diriku sendiri......aku malu ketika membaca emailmu sekaligus sedih, rasanya begitu futur diri ini. bahkan aku tak tau sejauh mana aku tertinggal darimu. pasti kamu sudah jauh melangkah dariku...karna suasana tempatmu yang mendukung, murajaah kepada syaih-syaih disana. kurasa kamu lebih nyaman disana sekarang.....

terimakasih sahabatku untuk mengingatkanku semoga Allah selalu menjaga persahabatan kita.....InsYaAllah mulai hari ini aku akan meneruskan impian itu.....
Kuatkanlah azamku ya Allah....

Ahsanunadia
»»  READMORE...
 

::....mEngGapAiRidhAiLaHi..::: hanya sebuah coretan kecil dari berlembar-lembar cerita yang kulalui Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template