Showing posts with label hikmah. Show all posts
Showing posts with label hikmah. Show all posts

Friday, March 12, 2010

paY iT ForwArD seperti MLM

1 comments

MENARIK gumamku.... ketika selesai membaca buku pay it forward, sebetulnya awalnya hanya sebuah tugasan dosen buatku untuk merevisi beberapa buku tentang cerita yang mengandungi pesan yang menarik. ga tau kenapa bisa pilih judul ini. yang jelas ini karna masukan dari kawan lamaku dan memang menarik ceritanya. walaupun cerita dan novelnya berbeda dari segi nama pemain film tersebut dan ada beberapa alur yang dirubah. biasa memang selalu seperti itu kalau novel yang diFilmkan



Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD” Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.


Percobaanpun dimulai : Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minumankeras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor.Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”


Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD, MOM”
Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.
Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”
Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:”PAY IT FORWARD”
Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut. Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini.
Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.
Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain. Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawabanya hanya sesederhana yaitu : “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu)”
sempat aku ceritakan di acara mentoringku siang tadi, dan adik2 langsung mempraktekannya...hehehe lucu juga ceritanya. next i will tell U the story ...^_^
tebarkanlah kebaikan dimana dan kepada siapapun itu, dan jangan mengharap kebaikan itu akan dibalas oleh yang kita tolong. tapi yakin Allah akan membalasnya untuk kita
with love n care for my beloveb sista...
»»  READMORE...

Sunday, December 13, 2009

RinDukaH Di@ paDaKu...

3 comments
Alkisah ada seorang hamba Allah yang rajin solat malam dan bermunajat serta berkhalwat dengan Al Kholiq. Setiap malam kedua matanya memerah kerana menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah.



Setelah puluhan tahun ke depan sejak dia dekat dengan Allah setiap malamnya, tidak juga merubah hidupnya. Sejak puluhan tahun dia mendengar bisikan di atas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaitan. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak meredhai doanya selama ini. Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah:

‘Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Kerana Engkau tak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tak akan meminta dan solat lagi kepadamu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah harus beralasan bahawa semua tergantung darimu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahawa diriku sudah dekat denganmu!’



Beliau menutup doanya dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu (mengkhatamkan ibadah solat lailnya). Beliau berbaring dengan pikirannya menerawang hingga ia tak mengetahui bila dia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan dia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluk cahaya duduk di atas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau cuba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, tidak mampu…kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.


Beliau hanya dapat melihat para makhluk yang duduk di hadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, ‘BAGAIMANA KHABAR HAMBAKU SI FULAN, HAI MALAIKATKU?’ nama yang tidak dikenalnya. Seorang bediri dengan tubuh gemetar kerana takut, dan bersuara dengan lirih,

‘Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian: ‘Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Kerana engkau tak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tak akan meminta dan solat lagi kepadamu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah harus beralasan bahawa semua tergantung darimu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahawa diriku sudah dekat denganmu!’
Ampuni dia yaa Al ’Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim?’

Tersentak beliau,_itu kata-kataku semalam_…celaka, fikirnya. Kemudian terdengar suara lagi:

‘Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadah tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan dia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil puteranya, disaat Kuberi dia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu padanya…rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatku ?’

Suasana hening, tak ada jawaban. menyesallah beliau atas permintaannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bisik hatinya ”Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku ya Robbi, maafkan kata-kataku!” mengalirlah air matanya Astagfirullahi’ adzim!! Terbangunlah ia dari mimpi…

Segera beliau mengambil wudhu dan kembali bersujud dengan bertambah khusyuk. Dalam hati beliau berdoa
‘Yaa Allah, Ya Robbi jangan Engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu. Ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela…Yaa Allah, aku rindu padaMu’

sahabat terkadang kita merasa kecewa ketika doa yang kita pinta tidak Allah Kabulkan, akan tetapi sesungguhnya Allah akan mengabulkan setiap doa hambanya....terkadang kita tidak sadar bahawa Allah akan memberikan apa yang kita perlukan bukan apa yang kita pinta...Allah maha Adil..

semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut....


»»  READMORE...

Tuesday, November 10, 2009

Meja K@yu untuk Ayah...........

0 comments
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.
Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

kisah diatas membuat aku terfikir dengan apa yang aku lihat siang tadi di masjid kampusku, setelah ujian pagi tadi aku sengaja menghabiskan waktu dimasjid, ketika menunggu waktu asar tiba, masuklah seorang nenek yang jalan tertatih-tatih sambil wajahnya menggambarkan letihan dan kesakitan dari perjalanannya yang bisa di bilang tidak jauh hanya dari depan masjid hingga masuk dewan ruangan solat perempuan. bersama nenek tersebut anak bersama cucunya. setelah duduk di dalam masjid nenek tadipun duduk dalam keadaan yang sangat letih, kemudian tanpa berwudhu dia terus mengerjakan solat dengan bertanya kepada cucunya solat apa sekarang, subuh atau magrib? sang cucu pun menjawab dengan perlahan dan lambat Z.U.H.U.R. seolah-olah mengeja dan memberitahu kepada anak TK. nenek tadipun bertanya berulang-ulang hingga sang cucu mulai memarahinya. setelah merasa dirinya dimarahi nenek tadipun terus berniat dengan suara yang lantang untuk memulai solat, aku hanya tersenyun ketika nenek tersebut melafazkan niat solat subuh, dan sang cucu hanya menggeleng.... setelah sampai satu rakaat nenek tadipun salam, lantas merengek meminta pulang berulang-ulang sang cucu menjelaskan kalau mereka menunggu untuk salat asar dulu, tapi tetap nenek tersebut merengek meminta pulang. aku hanya berfikir akan seperti itukah aku nant? kembali ke kehidupan masa kecil

*hanya sebuah selingan

pelajaran berharga yang dapat diambil hikmahnya dari cerita meja kayu di atas bahwa anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
»»  READMORE...

Thursday, September 17, 2009

Pola Tidur Sehat dan Fenomena di Balik Kedasyatan Sholat Malam

2 comments
Ada Artikel bagus dari tetangga sebelah ni....smoga bermanfaat, selamat menikmati ^_^

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat diganggu gugat pelaksanaannya. Secara biologis normal, manusia dapat bertahan tidak makan selama 2 minggu namun akan mengalami gangguan kesehatan serius jika tidak tidur dalam waktu 3X24 jam.
Tidur sehat adalah dambaan setiap orang. Dengan tidur yang sehat maka akan memberikan dampak jangka panjang pada kesejahteraan fisik dan psikis manusia.


Aksioma yang banyak diterima oleh kita mengenai tidur 8 jam sehari sebagai tidur sehat ternyata dipatahkan oleh penelitian Daniel F. Kripke seorang profesor ahli psikiatri dari Universitas California.
Hasil penelitiannya selama sekitar 6 tahun di Amerika Serikat dan Jepang menyimpulkan bahwa tidur selama 8 jam sehari memiliki resiko kematian lebih cepat dibandingkan selama 6-7 jam sehari. Penelitian tersebut melibatkan responden berusian antara 30-120 tahun. Sebenarnya masalah tidur sehat ini sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak lebih dari 14 abad yang lalu. Beliau tidur sekitar jam 9 malam dan bangun sekitar jam 2 pagi (kurang lebih 5 jam tidur) untuk mendirikan sholat tahajjud hingga waktu sholat subuh. Kemudian beliau beristirahat sejenak hingga waktu terbitnya matahari. Masalah tidur sehat dan sholat tahajjud ini menjadi penting terutama dalam rangka membangun karakter manusia yang berkualitas.

Dr. Moh. Sholeh dalam bukunya berjudul Tahajud, Manfaat Praktis Ditinjau dari Ilmu Kedokteran yang diterbitkan oleh Pustaka Pelajar – Jogjakarta terbitan April 2001 membedah mengenai manfaat sholat tahajjud serta tips tidur sehat. Secara formal Dr. Moh. Sholeh menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Kediri dan Universitas Muhammadiyah Malang. Kemudian dilanjutkan dengan tingkat magisternya di Fakultas Psikologi IKIP Malang dan menyelesaikan program doktoralnya di Fakultas Kedokteran Jurusan Psikoneuromunologi Universitas Airlangga Surabaya.

Dari penelitiannya yang dilakukan kepada 19 santri yang sudah terpilih di Pesantren Hidayatullah Surabaya, Dr. Moh. Sholeh memperoleh informasi bahwa salat tahajjud sangat efektif membangun sistem kekebalan (imunologi) dan keseimbangan (homoeostatis) tubuh.
Sebenarnya dalam sistem tubuh kita terdapat irama sirkadian yang merupakan elemen penting di dalamnya. Dimana pola tidur-bangun, kesiapan bekerja, pengaturan autonomik (sekresi adrenalin, kortisol), proses metabolisme/vegetasi, suhu badan, denyut jantung dan tekanan darah adalah komponen-komponen penting pembentuk irama sirkadian.
Irama sirkadian ini secara jam biologis beroperasi selama 24 jam sehari yang akan meningkat pada waktu siang hari dan mengalami penurunan ritme pada waktu malam hari.

Masalah yang timbul jika irama sirkadian ini tidak terkelola dengan baik adalah gejala-gejala gangguan kesehatan seperti gangguan tidur, nyeri perut, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, badan terasa lemah, merasa sangat lelah serta gangguan saluran pernapasan. Gejala itu biasanya dialami para pekerja shift malam dan beberapa pengamal salat tahajud.

Hal ini disebabkan proses tidak alami dimana seharusnya pada malam hari terjadi penurunan ritme irama sirkadian namun karena adanya aktivitas menyebabkan gangguan pada sistem tersebut.
Kegagalan proses adaptasi tersebut menyebabkan hormon kortisol tetap tinggi dimana seharusnya sudah menurun. Hal tersebut memicu stres disebabkan terganggunya kondisi homeostatis yang disebabkan naiknya kadar ACTH dalam tubuh.
Secara alami kadar ACTH dan kortisol dalam tubuh dipengaruhi oleh kondisi gelap-terang di luar tubuh kita dimana pada malam hari yang relatif gelap kedua hormon tersebut mengalami penurunan yang mencapai puncaknya di sekitar jam 00.00 s.d 02.00. Padahal pada waktu tersebut adalah saat yang paling dianjurkan untuk mendirikan sholat tahajjud. Sehingga kemampuan untuk beradaptasi supaya kadar kortisol tetap rendah sekalipun melakukan aktivitas adalah hal yang sangat penting.
Kegagalan dari proses adaptasi terhadap perubahan kondisi hormon kortisol tersebut dapat menyebabkan timbulnya gangguan infeksi dan kanker. Namun jika berhasil akan mendorong kemampuan berprestasi yang luar biasa.



Proses adaptasi yang efektif hanya dapat tercapai jika pendiri sholat tahajjud tersebut mampu mendirikan sholatnya secara khusyu’ dan ikhlas serta dilaksanakan secara konsisten/berkelanjutan.
Jika pendiri sholat tahajjud mampu mencapainya dengan penuh kesungguhan, khusyu’, tepat, ikhlas dan berkelanjutan, dia dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif.
Petunjuk dari hal tersebut dapat dicapai adalah mereka akan menghadapi hidup secara realistis dan optimis serta tetap bersikap konstruktif.
Yuk bertahajud
»»  READMORE...

Friday, April 3, 2009

6 pertayaan penting

0 comments
6 PERTANYAAN PENTING
1. Apa yang paling dekat dengan diri kita didunia ?
2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling besar di dunia ?
4. Apa yang paling berat di dunia ?
5. Apa yang paling ringan di dunia ?
6. Apa yang paling tajam di dunia ?
Untuk renungan kita bersama….
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.Lalu Imam Al Ghozali bertanya, Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya.
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.(Ali Imran : 185)
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan,matahari,dan bintang-bintang.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawapan yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu.Bagaimanapun kita, apa pun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali kemasa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga."Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawah gunung,bumi,dan matahari. Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (Al A'Raf: 179).
Maka dengan itu kita harus hati-hati dengan nafsu kita, agar jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban samua benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH"(Al Ahzab72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung,dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga ramai manusia masuk ke neraka kerana tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah,"Apa yang paling ringan didunia ini?".
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Solat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan solat.
Lantas pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang...Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia".Kerana melalui lidah, Manusia dengan senangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. Pernahkah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam? Bersyukurlah dan bertaubatlah selalu.

~*Pesanan Iman Ghazali*~
“Susah hati dengan sebab dunia akan menghitamkan hati tetapi susah hati dengan dosa akan memancarkan cahaya..”
»»  READMORE...

Sunday, March 22, 2009

UjiAn ituu....

0 comments

ya Allah....kuatkan aku dalm menapaki hidup ini, Engkau menyayangi hambamu yang sabar dalam menghadapi ujian....karna kita harus yakin Allah akan memberikan hikmah dari setiap yang kita alami........
»»  READMORE...

Friday, March 13, 2009

Rasulullah, jeruk dan senyum

0 comments


Suatu Hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk Baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa terlihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Baginda Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan senyuman.
Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Sahabat-sahabat agak hairan dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya.

Dengan senyuman Rasulullah menjelaskan ‘Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang Ada di antara kalian akan mengenyitkan Mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya’.Begitulah akhlak Rasullullah SAW.
Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, Dan dari orang yang bukan Islam pula.
”selemah-lemah manusia ialah org yg tidak boleh mencari sahabat Dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mensia-siakan sahabat yang telah dicari dan berburuk sangka pula kepadanya” - Saidina Ali

Subhanallah begitu mulianya akhlak rasulullah.....


»»  READMORE...

Saturday, February 28, 2009

PerjAlanaN kE SuRg@

0 comments
Perjalanan ke syurga dilingkungi dengan duri dan onak. Manakala jalan ke neraka di-kelilingi dengan keinginan syahwat. Demikian ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw. mengenai dua jalan yang ditempuhi oleh manusia.
Syurga ialah tempat kenikmatan dan kebahagiaan di akhirat yang dikurniakan kepada hamba-hamba Allah yang beramal soleh. Neraka pula tempat azab keseksaan disediakan untuk mereka yang beramal tholeh (kejahatan).
Untuk melayakkan diri ke syurga, seseorang itu mestilah menempuh banyak ujian seperti melaksanakan suruhan Allah dan rasul serta menjauhi laranganNya. Kesemua ini memerlukan semangat dan kekuatan yang bermula dari keimanan kepada Allah. Sudah tentu untuk mengerjakan solat, puasa, haji dan amal kebajikan lain amat payah kecuali bagi mereka yang beriman. Sebab itulah Nabi mengatakan jalan ke syurga penuh dengan kesusahan.





Bukan mudah untuk masuk ke syurga. Kita kena bermujahadah atau berjuang melawan nafsu untuk melakukan kebaikan. Syaitan dan nafsu memang menyuruh kita berbuat kejahatan dan tidak menggalakkan kita melakukan kebajikan. Jika kita turutkan kehendak syaitan sudah tentu kita tidak mampu melakukan sebarang kebajikan.
Sebaliknya jalan ke neraka amat mudah kerana dikelilingi dengan kehendak syahwat. Semua manusia memang cenderung mengikut kehendak nafsu dan syahwat. Syaitan pula sentiasa mendorong manusia mengikut hawa nafsu. Amat mudah melakukan kejahatan.
Nah, di depan kita terbentang dua jalan. Terpulang kepada kita jalan mana untuk diikuti. Tepuk dada dan tanyakan iman - bukan tanya selera yang memang suka kepada nafsu.
Betapa tak susah masuk syurga? Dalam satu keterangan dinyatakan: orang jahil semuanya binasa kecuali yang berilmu. Orang berilmu semuanya binasa kecuali yang beramal. Orang beramal semuanya binasa kecuali yang ikhlas. Untuk mencapai darjah keikhlasan perlu banyak berjuang. Ibarat mendaki bukit yang tinggi, hanya orang yang lasak saja berjaya sampai ke mercu.
Kebahagiaan di dunia belum menjadi pasport untuk ke syurga. Malahan adalah menjadi kesalahan jika kekayaan yang didapati tidak diperolehi dan dibelanjakan secara Islamik.
Semua manusia inginkan hidup senang. Kesenangan di dunia hanya sementara manakala kesenangan akhirat kekal abadi. Orang yang bijak sudah tentu memilih kesenangan yang hakiki bukan yang bersifat sementara. Hanya orang yang cetek akal saja memilih kesenangan dunia dan mengenepikan kesenangan akhirat.
Syaitan selalu membisikkan kepada kita tentang amal kita yang banyak walaupun baru sikit benar. Kita gembira apabila dipuji manusia. Timbul rasa ujub dan riak yang memusnahkan pahala. Kita tak perasan kita sebenarnya berdosa sebaliknya menyangka kita masih beramal soleh. Kita mesti mengawas dari serangan penyakit batin seperti ria, ujub, bongkak, sombong, dengki yang kesemuanya merosakkan amalan. Di sini peranan ilmu tasauf yang perlu kita pelajari dan dalami.
Perlu kita ketahui sebelum kita melakukan sebarang ketaatan, Allah sudah terlebih dulu mendahului dan mengingati kita. Kalau Allah tak gerakkan kita untuk beramal, kita tak akan beramal. Ini maknanya Allah mendahului kita. Jangan sangka kita yang beramal, sebenarnya Allah menggerakkan kita beramal. Jadi soal pahala tak timbul. Sepatutnya kita bersyukur kerana Allah gerakkan kita beramal.
Bagaimana kita mahu mendabik dada tentang amalan kita? Saidina Ali yang sudah dijamin masuk syurga pun mengeluh kerana bimbang kurang amalan sedangkan perjalanan ke syurga amat jauh. Saidina Ali memang terkenal dengan zuhud dan banyaknya melakukan amal ibadat. Bagaimana dengan diri kita? Saidina Ali Menggigil mengenangkan bekalan yang sikit untuk perjalanan ke akhirat yang jauh.
Kesimpulannya kita terpaksa mengharung kesusahan mencari ilmu akhirat serta mengamalkannya. Kesusahan dalam hal akhirat adalah rahmat. Dengan kesusahan ini Allah mengampun dan meninggikan darjat kita. Dunia bukan tempat bersenang-lenang. Kesenangan hanya di akhirat. Seseorang tidak diberi pahala jika tidak bersusah-payah menempuh dugaan dan cabaran.
Ingat sekali lagi pesanan Nabi saw "Jalan ke Syurga dikelilingi dengan kepayahan. Jalan ke Neraka pula dikelilingi dengan nafsu dan syahwat." Oleh itu, utamakanlah kepayahan kerana itu jalan ke syurga. Jauhilah kesenangan berbentuk nafsu syahwat kerana itu jalan ke neraka.
Wallahu 'Alam. .

»»  READMORE...

sesibuk apapun....jangan pernah jauh dari Allah

0 comments
akhir-akhir ini aku dibelenggu kesibukan.......banyak hal yang aku harus siapkan dalam beberapa minggu ini, tugas tugas kuliah, tugas da'wah, masalah keluarga, masalh pribadi, masalah organisasi.....

Ya Allah jagalah aku dalam setiap langkahku dan ridhoilah segala amalanku. jangan biarkan aku melupakan-Mu karna kesibukan ini

semoga Allah memudahkan segalanya......
»»  READMORE...

Sunday, February 15, 2009

0 comments
Sholat Dhuha hukumnya sunah muakkad. Oleh karenanya, siapa saja yg ingin memperoleh pahala dan keutamaannya silahkan mengerjakan dan tidaklah berdosa apabila meninggalkannya. Namun Rasulullah saw senantiasa mengerjakan sholat Dhuha.
Rasulullah adalah teladan utama dalam segala hal. Beliau tidak akan mewasiatkan atau memerintahkan sesuatu sebelum mengerjakannya. Demikian pula dengan sholat Dhuha.
Menunaikan sholat Dhuha selain sebagai wujud kepatuhan kepada ALLAH dan Rasul-NYA, juga sebagai perwujudan syukur dan takwa kepada kepada ALLAH karena ALLAH Maha Hikmah. Apapun amal ibadah yang disyariatkan akan mengandung banyak keutamaan dan hikmah.Dan di antara keutamaan dan hikmah dari sholat Dhuha adalah sebagai berikut :

1. Sholat Dhuha adalah Sedekah
Rasulullah bersabda,
Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat.(HR. Muslim dari Abu Dzar)
Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya, “Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi ALLAH?” Nabi berkata, “Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat.”(HR. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah)
2. Sholat Dhuha sebagai Investasi Amal Cadangan
Sholat adalah amal yang pertama kali diperhitungkan pada hari Kiamat. Sholat juga merupakan kunci semua amal kebaikan. Sholat sunah -termasuk- sholat Dhuha merupakan investasi atau amal cadangan yg dapat menyempurnakan sholat fardhu (wajib).
Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka ALLAH berfirman, “Perhatikanlah, jikalau hamba-KU mempunyai sholat sunah maka sempurnakanlah dengan sholat sunahnya sekedar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.”(HR. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)
3. Ghanimah (Keuntungan) Yang Besar
Rasulullah bersabda,
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, ia berkata, “Rasulullah saw mengirim pasukan perang. Lalu pasukan itu mendapatkan harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali (dari medan perang). Orang-orang pun (ramai) memperbincangkan cepat selesainya perang, banyaknya harta rampasan, dan cepat kembalinya mereka. Makam Rasulullah saw bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan cepat kembali (dari meda perang)? (Yaitu) orang yang berwudhu kemudian menuju masjid untuk mengerjakan sholat sunah Dhuha. Dialah yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan lebih cepat kembalinya.”(HR. Ahmad)
4. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya
Orang yang gemar melaksanakan sholat Dhuha karena ALLAH, akan dberikan kelapangan rezeki oleh ALLAH. Rasulullah saw menjelaskan daam hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa ALLAH berfirman:
Wahai anak Adam, rukulah (sholatlah) karena AKU pada awal siang (sholat Dhuha) emapt rakaat, maka AKU akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore.(HR. Tirmidzi)
5. Pahala Haji dan Umrah
Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang sholat Shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk ALLAH sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.(HR. Tirmidzi)
6. Diampuni Semua Dosanya Walau Sebanyak Buih di Laut
Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
7. Istana di Surga
ALLAH akan membangun istana di surga bagi orang yang gemar sholat Dhuha. Rasulullah bersabda,
Barangsiapa shalat Dhuha dua belas rakaat, maka ALLAH akan membangun istana dari emas di surga.(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Demikian beberapa keutamaan dan hikmah dari sholat Dhuha yang diambil dari hadits. Semoga menjadi motivas bagi kita semua agar lebih memperhatikan sholat Dhuha dan membiasakan sholat Dhuha.
»»  READMORE...

Thursday, January 22, 2009

jangan pernah tinggalkan sholat.......

0 comments


Rashid melipat sejadah. Dia baru saja menunaikan solat Asar berimamkan bapa mertuanya, Haji Sarip. Sudah tiga hari dia bercuti di kampung. Esok dia harus memulakan tugas seperti biasa. Setelah bersalaman dengan ibu dan bapa mertua. Rashid dan isterinya, Zakiah meminta diri untuk pulang.

Tidak lama kemudian, kereta Wira Aeroback yang dipandu meluncur di jalan raya. Perjalanan dijadualkan akan mengambil masa lebih 2 jam..Bersama dengan isteri yang dikahwininya dua tahun yang lalu. Mungkin belum rezeki, mereka belum dikurniakan cahaya mata.

Rashid tidak memikirkan sangat soal zuriat kerana perkahwinan mereka masih muda. Lagipun mereka berdua sama-sama bekerja. Cadangnya setelah ekonomi mereka kukuh sedikit, barulah merancang untuk menerima cahaya mata.

Hampir sejam berlau, Rashid membelok memasuki lebuhraya. Bahang matahari sudah mengendur. Keremangan petang membuatkan cuaca lebih nyaman. Ketika mengerling ke wajah isterinya, Rashid tersenyum. Zakiah sudah terlena.
Rashid menghidupkan radio. Mendengar lagu untuk mengatasi perasaan mengantuk. Ketika jam menunjukkan pukul 7:30 malam, Zakiah membuka mata.
Dilirik wajah suaminya sepintas lalu. Sudah masuk waktu Maghrib. Kalau tidak dingatkan, pasti suaminya tidak akan berhenti untuk menunaikan solat Maghrib.

"Dah Maghrib, bang. Berhenti sekejap." Wajah Rashid kelihatan keruh.
Membayangkan perasaan kurang senang mendengar permintaan isterinya. Zakiah sedia maklum. Suaminya bukan sembahyang sepanjang waktu. Hanya di depan kedua orang tuanya. Malahan di depan orang tuanya sendiri, Rashid tidak pernah sembahyang. Zakiah kesal dengan sikap suaminya, sudah puas dia memberikan nasihat tetapi langsung tidak mempan.

Beberapa kilometer kemudian, Rashid membelok masuk ke tempat rehat. Zakiah kurang yakin suaminya akan turut sama menunaikan solat Mahgrib. Selalunya Rashid lebih rela menunggu di dalam kereta Atau membasahkan tekak di medan selera. Tempat rehat kelihatan sesak dengan kenderaan.

Rashid tidak menemui ruang untuk memarkir kereta. Dia Menghentikan kereta, meminta Zakiah turun.

"Abang tak turun sekali?" tanya Zakiah penuh harapan.
"Kiah pergilah... abang tunggu kat sini. Tak ada parking," jawab Rashid mudah. Sepeninggalan Zakiah yang turun bersama beg berisi telekung, Rashid memejamkan mata. Tempat parking masih penuh. Dia terlelap seketika, terjaga semula sewaktu Zakiah membuka pintu kereta. Perjalanan diteruskan.

"Abang tidur?" tegur Zakiah.
"Ha... terlelap sekejap. Letih rasa badan ni."
"Kalau abang letih, biar Kiah bawak."
"Tak apa... kalau tak tahan sangat Kiah bawaklah nanti." Zakiah tidak membantah. Lagipun dia sendiri terasa penat. Hujan mulai turun membasahi jalan. Rashid memperlahankan kereta. Memandu dalam keadaan jalan licin mengundang risiko. Namun malang tidak berbau. Rashid sudah berhati-hati tetapi ada pemandu lain yang kurang memikirkan keselamatan diri dan orang lain. Secara tiba-tiba Rashid merasakan sesuatu merempuh bahagian belakang keretanya. Dentuman yang amat kuat kedengaran. Serentak dengan itu kereta yang dipandunya melambung sebelum menghempas jalan dengan bahagian atas ke bawah.

Apabila sudah menyedari apa yang sebenarnya berlaku, Rashid berusaha keluar. Namun kakinya tersepit sedangkan Zakiah di sebelahnya tidak sedarkan diri.

"Ya Allah... selamatkan kami... " bisiknya perlahan. Terasa mukanya basah, darah merah mengalir. Orang ramai datang membantu. Mengeluarkan Zakiah terlebih dulu. Kemudian giliran Rashid tetapi usaha mereka gagal kerana kaki Rashid tersepit.
"Tersepit... tak boleh tarik... Kena tunggu bantuan. Kita bawa dulu yang perempuan ke hospital." Rashid berdoa dan berdoa tanya henti agar Allah S.W.T menyelamatkan Zakiah dan dirinya.

"Bertahan, encik. Kami sudah memanggil bomba!" Anehnya Rashid tidak merasakan kesakitan yang sewajarnya. Boleh dikatakan kakinya tidak terasa dihimpit oleh sesuatu. Namun dia gagal untuk menggerakkannya.

"Tolong saya, encik... " pinta Rashid dengan nada sayu.
"Mengucap... cik... berdoa kepada Allah... cik akan selamat."
"Sabar encik... tak lama lagi pasukan penyelamat akan sampai." Kata-kata memberi semangat silih berganti menusuk telinganya.Dengan keremangan malam, Rashid melihat begitu ramai yang mahu membantu.Syukur. Pandangannya tertunpu pada seorang lelaki yang memakai jubah serba putih. Berserban dan berjanggut lebat. Kelihatan mulutnya terkumat-kamit sambil tangannya memegang tasbih.
"Ya Allah... selamatkanlah aku... "

Bunyi siren agak melegakan Rashid. Bantuan sudah tiba.Pasukan bomba dengan tangkas mengeluarkan alat kelengkapan untuk mebebaskan Rashid dari himpitan. Beberapa minit berlalu, kemudian suasana menjadi sunyi apabila salah seorang anggota bomba bersuara.
"Kakinya tak tersepit apa-apa. Pelik... kenapa tak boleh keluar?" Usaha untuk mengeluarkan Rashid terhenti. Semua yang ada di situ kebingungan. Mereka tidak mampu menarik Rashid keluar, sedangkan tidak ada apa-apa yang menghimpitnya.
Rashid sendiri kebingungan. Bencana apa yang sedang menimpanya. "Ini bukan kerja manusia macam kita... kena panggil orang yang tahu... "
terdengar sebuat pendapat. Rashid semakin gementar. Doanya tidak putus-putus. Ketika mulutnya terkumat-kamit berdoa, tiba-tiba dia merasakan seseorang berjongkok di sebelahnya. Rashid berpaling, agak tersentak melihat lelaki berjubah tadi berada di sebelahnya.

"Tuan... tolong saya tuan... "
"Saya tak boleh menolong, Yang Berkuasa hanyalah Allah Taala... "
"Saya tak berhenti berdoa, tuan. Tolonglah saya, tuan... "
"Kamu berdoa kepada siapa?" Rashid terdiam. Aneh bunyi pertanyaan lelaki itu. Dalam keadaan cemas begitu, Rashid merasakan bukan tempatnya untuk bergurau. Apatah lagi lelaki itu kelihatan seperti orang alim.
"Sudah tentulah pada Allah."
"Tetapi Allah bukanlah Tuhan kamu!"

Rashid tidak mampu hendak menggerakkan sebarang anggota. Kalau tidak, sudah pasti dia akan mengerjakan lelaki itu. Nampak saja alim, tetapi bercakap seperti orang yang tidak berilmu.

"Bukankah selama ini kamu tak pernah menyembah Allah. Kamu hanya mendirikan sembahyang di depan mentua kamu. Sedangkan di belakang mereka, kamu tidak pernah ingat pada Allah. Tidakkah kamu malu meminta pertolongan dari Allah.
Kenapa kamu tidak meminta pertolongan dari mentua kamu!" Tenggorok Rashid terasa amat kering. Dia ingin bersuara, memohon ampun atas kesilapannya selama ini, tetapi tidak ada suara yang keluar.

Lelaki berjubah itu hanya tersenyum, kemudian bangun dan meninggalkan Rashid. Rashid berusaha untuk memanggil, ingin memaklumkan bahawa dia menyesal tetapi mulutnya tidak mampu lagi dibuka. Sedangkan kesakitan mula terasa.Sesuatu yang amat berat menghimpit sehingga dia tidak mampu bernafas. Rashid cuba meronta tetapi usahanya hanya sia-sia. Tidak lama kemudian dia tidak sedarkan diri.

"Abang... bang! Abang!!"

Perlahan Rashid membuka mata. Wajah isterinya memenuhi pandangan. Syukurlah isterinya selamat. Rashid memanjatkan kesyukuran di dalam hati. Akhirnya mereka mampu keluar dari bencana.

"Sedapnya tidur... naik serak suara Kiah mengejutkan abang... "

Tidur? Rashid terpinga-pinga. Segera dia memandang sekeliling. Ya Allah!
Dia masih berada di tempat rehat.

"Kiah tunggu sekejap... abang nak solat Mahgrib!" kata Rashid sambil terkocoh-kocoh membuka pintu kereta. Zakiah tercengang, senyuman merekah di bibirnya.

Anas menceritakan beliau mendengar Rasulullah S.W.T bersabda :- "ALLAH
S.W.T BERFIRMAN : AKU TANGGUHKAN MALAPETAKA YANG SEHARUSNYA DITIMPA KE ATAS
SESUATU DAERAH APABILA AKU LIHAT DI SITU ADA ORANG YANG KERAP KE MASJID,
KASIH ANTARA SATU SAMA LAIN DEMI KEPENTINGAN DAN BERSEDIA MEMOHON AMPUN
PADA WAKTU TENGAH MALAM".



dikutip dari cerita Sahabatkoe.....


»»  READMORE...

Sunday, November 16, 2008

Renungan jalan kehidupan

0 comments
aku meminta kekuatan....
dan Allah memberiku kesukaran untuk membuatku lebih kuat
aku meminta kesejahteraan dan kemakmuran....
dan Allah memberiku otak dan otot untuk berfikir dan bekerja
aku meminta kebijaksanaan dan kemandirian.....
dan Allah memberiku masalah untuk diselesaikan
aku meminta keberanian.....
dan Allah memberiku rintangan untuk diselesaikan
aku meminta cinta dn kasih sayang
dan Allah mempertemukanku dengan orang yang kesusahan untuk ditolong
aku meminta keadilan......
dan Allah memberiku perbedaan untuk diselesaikan dengan saling menghargai dan memberi
aku meminta kesuksesan dan kebaikan....
dan Allah memberiku kesempatan dan peluang
aku meminta kebahagian dan kedamaian jiwa.....
dan Allah memberiku kitab suci untuk resep kehidupan

Teryata aku tidak menerima apa yang aku minta
tetapi aku menerima apa aku perlukan

kini aku bersyukur dapat memahami makna hidup
hidup yang harus dilalui tanpa rasa takut berupaya dan berdoa
hadapilah rintangan dengan kesabaran dan berserah diri

hidup ditengah badai dan rintangan
hendaklah memiliki akar dan prinsip kehidupan yang benar
setiapa usaha kebaikan akan menemui jalan keluar

carilah hikmah disetiap peristiwa yang telah dilalui
raihlah sukses dengan kerja ikhlas, mawas,tuntas, selaras, kualitas...insyaAllah Allah meridhoi .....

ahsanunnadia
»»  READMORE...

Friday, September 21, 2007

9 mimpi Rasullulah

0 comments
Antara 9 Mimpi Nabi Muhammad SAWDaripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"
1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab,tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang - benderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru k epada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya,maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.
»»  READMORE...

Wednesday, September 19, 2007

Ramadan Terakhir

0 comments
Dear All,

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir...
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu. ..kepada- NYA Tuhan yang satu
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terlalu alunan Al-Quran bakal kau dendang...
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir tentu malammu engkau sibukkan dengan bertarawih.. .berqiamullail. ..bertahajjud. .. mengadu...merintih. ...meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan kita buru...kita cari...
suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir mempersiap diri...rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman Duhai Ilahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami jadikanlah ia Ramadhan paling bererti... paling berseri... menerangi kegelapan hati kami menyeru ke jalan menuju redha serta kasih sayangMu Ya Ilahi semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti
Namun teman...
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah berusaha.... bersedia. ..meminta belas-NYA
»»  READMORE...

Friday, September 7, 2007

Dalam diri kita ada tanda kebesaran Allah

0 comments
"Dalam diri-diri kamu Ada tanda-tanda kebesaran Tuhan". lihatlah kedua telapak tangan Dan perhatikan garis-garis di telapak tangan Kita.Garisan- garisan di tangan kiri menunjukkan angka 8 Dan 1 dalam Bahasa Arab Dan tangan kanan 1 Dan 8 Dan membawa ke jumlah 81 + 18 = 99 iaitu bilangan nama Allah. Berikut adalah antara intipati secara ringkas:
1. Cara makan, kenapa Kita gunakan tangan?
- Mengikut cara Rasulullah s.a.w,beliau akan mengaduk lauk Dan nasi dengan tangan kanannya Dan kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya (kelingking) Lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi Dan lauknya. Mengapa? Kerana kedua belah tangan Kita Ada mengeluarkan 3 macam enzim,tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Ini adalah kerana enzim yg Ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses digestion, ia merupakan the first process of digestion.Mengapa menghisap garam? Kerana garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan Kita. Dua cecah garam dari jari Kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang asal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk Kita. Kenapa garam? Selain dari sebab Ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan mengikut Dr dihospital-hospital , the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir Dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia.
2. Cara Rasulullah mengunyah - Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut Kita mudah memproseskan makanan itu.
3. Membaca Basmalah -(Bismillahirrahma Nirrahim). Membaca Basmalah sebelum makan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria Dan racun Ada membuat perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteria Dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.
4. Cara Rasulullah minum. -Janganlah Kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram. Jangan Kita minum dari gelas yg besar Dan jangan bernafas sedang Kita minum. Kerana apabila Kita minum dari gelas yg besar, otomatisnya Kita akan meneguk air Dan dalam proses minum itu, Kita tentu akan bernafas Dan menghembuskan nafas dari hidung Kita. Kerana apabila Kita hembus, Kita akan mengeluarkan CO2 iaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic. Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas. Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis. Mengapa Islam menyuruh di sebat 100 kali orang belum berkahwin yang berzina, Dan merejam sehingga mati org yg sudah berkahwin yang berzina? Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit. Dan sel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia. Lelaki yang belum berkahwin dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah berkahwin hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, kerana antara sebabnya ialah karena sel-sel lain akan hilang kerana hubungan suami isteri. Jadi apabila lelaki yang belum berkahwin didapati salah kerana zina hendaklah disebat 100 kali. Ini adalah karena apabila dia disebat di belakangnya, suatu amaran tentang kesakitan itu akan membuatkan penghasilan beribu sel antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia Ada di badannya, dengan itu dapatlah antibodi melawan virus HIV itu. Tetapi jika lelaki itu sudah berkahwin,walaupun disebat 100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi saja, jadi dengan itu hukumannya direjam hingga mati agar dia tidak dapat merebakkan virus HIV itu. dan tentang ka"bah Mengapa ia terletak di Mekah al-Mukarramah Dan mengapa ia empat persegi (cube). Ia terletak di posisinya sekarang karena setelah dibuat kajian oleh para cendikiawan dari Pakistan Dan Arab didapati tempat terletaknya Ka'bah sekarang itu, adalah betul-betul di tengah bumi. Mengapa ia empat persegi, ia melambangkan perpaduan ummah yang bergerak maju bersama, equality and unity, tidak seperti bentuk pyramid, dimana ia diumpamakan, seperti hanya seorang pemenang yg berada diatasi setelah ia memijak-mijak yang lain. Dan antara lagi sebab mengapa 4 persegi melambangkan 4 imam besar, Maliki, Hambali, Hanafi Dan Syafi'i, melambangkan kebenaran keempat-empat Imam tersebut. Sekian buat renungan bersama.............

dikutip dari syarahan guruku...
»»  READMORE...
 

::....mEngGapAiRidhAiLaHi..::: hanya sebuah coretan kecil dari berlembar-lembar cerita yang kulalui Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template