
ya Allah kuatkan aku disaat-disaat terakhir ini...........
.menuju suatu kejayaan...insyaAllah (amien)

*focus On My exam.........4,5,6,7...............
untuk memungut CeceRan HikaMah keHidUpan...............


uru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Guru itu berkata, “Saya ada satu permainan… Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka katalah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya.
’an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain. Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. “Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya… Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang-terang. Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar. “Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan. …” “Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka…
Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu
Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu
Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku
Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu
Back to Reff
Back to *
Repeat Reff 2x


ini pertama kalinya aku jadi panitia pemilu. kejadian pagi tadi cukup membuat aku takut ketika dihadapkan tiga orang bapak yang berbadan cukup besar, bukan takut karna badannya tapi nada suaranya yang tinggi menjadikan aku cukup binggung menghadapinya. bapak dari kedutaan Timor Leste khususnya membuat aku betul-betul panik, bukan sekedar leptopku kehabisan batre (karna ga ada sambnagn li

Dont compare yourself with any one in this wordlتضحك عليك الدنيا عندما تكون تعيساً





sempet foto-foto di depan parlemen sama temen-temen....terimakasih kepeda Ikatan Studi Islam (ISIUKM) yang telah menganjurkan acara ini
Rindu betul...betul...rindu, aku tak tau pada siapa harus kucurahkan rindu ini......sekali lagi kupandangi semua kenangan yang tersimpan rapi dalam kotak kayuku....berbagai bentuk barang kenangan yang selalu membuat aku rindu akan kalian....rindu celotehan kalian ....rindu candatawa kalian.....rindu kebersamaan kita di MizaN
an mengunjungiku disore hari untuk berkonsultasi...baik bertanya pelajaran atau sekedar curhat. kamarku cukup strategis pemisah antara asrama laki-laki dan perempuan, kami berlima...dua kawanku dan 2 seniorku, semuanya tenaga pengajar di Pondok pesantren modern al-mizan kecuali satu bagian admin saja.
Suatu Hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk Baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa terlihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Baginda Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan senyuman.
pemerintah yang adil
orang yang berpuasa hingga dia berbuka dan
orang yang teraniaya.
Harta yang paling berharga adalah sabar
Teman yang paling akrab adalah amal
Bahasa yang paling manis adalah senyum
Ibadah yang paling indah adalah ikhlas
Hal yang paling dekat adalah maut
Hal yang paling berat adalah amanah
Hal yang paling besar adalah nafsu
Hal yang paling ringan adalah meninggalkan sholat
Hal yang paling tajam adalah lidah
Jika kau rasakan beratnya kaki menapak dan letihnya bersabar karena menunaikan urusan pribadi dan umat, itulah indikasi jawaban dari sebuah pertanyaan : “Mengapa perjuangan itu pahit?”. “Karena sesungguhnya syurga itu mahal”
Ketika wajah penat memikirkan problematika dunia, maka berwudhulah, ketika tangan letih menggapai cita maka tengadahkanlah untuk berdoa. Ketika pundak ini tak kuasa memikul amanah maka bersujudlah.
| ERIYANTI SORAYA | |
| E | Emosional |
| R | Ramah |
| I | Ikhlas |
| Y | Yakin |
| A | Amanah |
| N | Naif |
| T | Tulus |
| I | Idealistik |
| S | Suci |
| O | Oportunis |
| R | Realistik |
| A | Alim |
| Y | Yakin |
| A | Abadi |
| Apa ada pada nama? | |